Survei Indo Barometer di Jawa Barat, Elektabilitas Jokowi Unggul

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari saat memaparkan hasil survei.

Jakarta, Sayangi.com – Indo Barometer merilis hasil survei terkait tingkat keterpilihan atau elektabilitas tokoh-tokoh sebagai calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2019 di wilayah Jawa Barat.

Dalam survey tersebut, ketika diajukan pertanyaan terbuka kepada responden terkait siapa nama calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilihnya, nama petahana Joko Widodo masih menempati urutan teratas dengan elektabilitas besar 33,6 persen disusul Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebesar 22,8 persen.

“Dari pertanyaan terbuka, nama calon presiden yang banyak dipilih di Provinsi Jawa Barat adalah Joko Widodo sebanyak 33,6 persen. Kemudian Prabowo Subianto 22,8 persen,” kata Direktur Elsekutif Indo Barometer,  M Qodari di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat,” Rabu (20/6).

Nama lain yang muncul antara lain, Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti.

Selain itu, muncul pula Ketua Perindo, Harry Tanoe Sodibjio, Surya Paloh, Megawati Soekarnoputri dan Airlangga Hartarto.

“Nama calon lainnya (selain Jokowi dan Prabowo) masih dibawah 2 persen. Pemilih yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab 40,6 persen. Jadi cukup tinggi,” tukasnya.

Untuk pertanyaan tertutup, dari 20 tokoh nasional yang diajukan kepada publik, Jokowi dan Prabowo masih menempati posisi dua teratas daripada figur lainnya.

“Dari simulasi terhadap 20 nama calon presiden, calon yang banyak dipilih di Provinsi Jawa Barat adalah Joko Widodo (40,8 persen). Disusul Prabowo Subianto dengan dukungan (28,2 persen). Sedangkan nama capres lainnya dibawah 3 persen,” ucapnya.

Pelaksanaan survei ini dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat, meliputi 27 kabupaten/kota. Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Barat, dan sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survey dilakukan.

Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar plus minus 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Waktu pengumpulan data pada tanggal 7 – 13 Juni 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.