Amerika Serikat Hengkang Dari Dewan HAM PBB

Menlu AS Mike Pompeo Foto Zimbio
Keterangan Gambar kanan Menlu AS Mike Pompeo dan Sam Brownback Duta Besar Luar Biasa AS untuk Isu Kebebasan Beragama Internasional Foto Zimbio

Washington,Sayangi.com- Amerika Serikat mengumumkan bahwa AS mundur dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley.

Badan yang berkantor pusat di Geneva ini didirikan pada 2006 untuk menyerukan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia. Namun dalam kenyataan,pernyataan dan laporannya sering bentrok dengan kepentingan Amerika Serikat.

Fokus dewan mengenai tindakan Israel terhadap warga Palestina di wilayah yang didudukinya di Tepi Barat dan di Gaza telah membuat Amerika Serikat meradang.Haley bersama Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bersikeras hengkang dari dewan. Hal ini dilandasi oleh ajakan AS untuk reformasi dewan tidak mendapat tanggapan. Menurut Kedua orang itu AS akan tetap memimpin penyelenggaraan HAM banyak orang.

Amerika Serikat memutuskan hengkang  setelah pejabat Dewan HAM PBB mengecam AS karena memisahkan anak-anak migran dari orangtua mereka yang mencari suaka. Terutama para imigran yang menyeberang dari Meksiko.

Bahkan Haley menyebutkan sudah terlalu lama, Dewan HAM telah menjadi pelindung para pelaku pelanggaran hak asasi manusia, dan bias politik. Ironisnya saat ini seruan kami untuk reformasi tidak diperhatikan,” ucapnya.

Atas putusan tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut keputusan AS keluar dari Dewan HAM PBB. Netanyahu yang merupakan sekutu AS menyebutkan dewan tersebut bias, tidak bersahabat, dan merupakan organisasi anti-Israel yang mengkhianati misinya sebagai pelindung HAM.

New York Time online menyebut Haley telah menjadi sumber  pendorong di belakang penarikan AS dari badan hak asasi manusia. Hal ini belum pernah terjadi dalam 12 tahun sejarah berdirinya dewan HAM. Tidak ada negara yang pernah cabut dari Dewan HAM secara sukarela.