Mabes Polri Tegaskan Mutasi Wakapolda Maluku Bukan Terkait Pilkada

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian melalui Telegram Rahasia (TR) No. ST/1535/VI/Kep/2018 tanggal 20 Juni 2018, memutasikan sejumlah perwira Polri dari jabatan lamanya. Salah satu perwira tinggi Polri yang dimutasi ialah Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanuddin.

Beredar kabar, bahwa Hasanuddin dimutasi lantaran diduga berkampanye untuk salah calon kepala daerah di Maluku. Calon yang dimaksud juga merupakan purnawirawan bintang dua Polri

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, adanya surat telegram rahasia mutasi Hasanudin hanyalah mutasi rutin menuju jabatan baru. Hal itu merupakan sesuatu yang lumrah di tubuh Polri.

“Itu telegram biasa, tidak ada tulisannya tidak netral. Itu adalah membebastugasan dari jabatan lama dan dimutasikan ke jabatan baru,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/6).

Menurut Setyo, tidak ada penjelasan terkait dugaan ketidaknetralan Hasanuddin dalam telegram tersebut. Jajaran Polri hanya melaksanakan tugas dimanapun ia ditempatkan.

“Saya tidak melihat (adanya ketidaknetralan) itu. Saya melihat faktanya saja, kan ada di telegram itu dan dilaksanakan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengapresiasi keputusan Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian, yang mencopot Brigjen Pol Hasanuddin dari jabatan Wakapolda Maluku. Hasanuddin dimutasikan karena diduga mengkampanyekan calon gubernur Irjen Pol (purn) Murad Ismail.

Keputusan Tito memutasikan Wakapolda Maluku tertuang melalui Telegram Rahasia No: ST/1535/VI/Kep/2018 tanggal 20 Juni 2018. Posisi Hasanuddin saat ini digantikan oleh Brigjen Pol A. Wiyagus yang sebelumnya menjabat Dirtipikor Polri.

Dalam TR itu Kapolri melakukan mutasi terhadap tujuh perwira, namun yang diduga terlibat kampanye hanya Brigjen Pol Hasanuddin.