Tim Gabungan Ringkus Empat Orang Sindikat Penyelundup Sabu Asal Malaysia

Sabu

Jakarta, Sayangi.com – Tim Gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta Polri berhasil meringkus empat orang anggota sindikat pengedar sabu pada awal Jumat (1/6) lalu. Keempat pelaku yang berinisial AL (36), AB (46), MU (41), dan KS (36), memanfaatkan momentum Ramadan dan Idul Fitri untuk menyelundupkan sabu.

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, dari tangan keempat pelaku, pihaknya berhasil mengamankan 10 Kg sabu asal Malaysia. Para pelaku menyimpan sabu di kotak speaker dan dibawa melalui jalur laut.

“Kemudian para pelaku ini memasukkan sabu ini melalui Aceh, melalui speaker. Kita sudah pantau sindikat ini dari wilayah Sumatera,” ujar Heru di Jakarta, Jumat (22/6).

Sebenarnya, kata Heru, sabu yang diselundupkan sindikat ini lebih dari 10 Kg, karena di tiap kota yang dilewati mereka memberikan sabu ke sindikat lain. Sementara barang bukti sabu yang berhasil diamankan BNN merupakan pesanan seorang yang berada di Bali.

“Keempat pelaku mendapatkan keuntungan Rp 300 juta yang akan dibagi berdasarkan jumlah barang yang dibawa masing-masing kurir. Salah satu pelaku berinisial AL mengaku, hasil pendapatannya tersebut digunakannya untuk membayar utang,” paparnya.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, AL sebelumnya pernah berprofesi sebagai polisi syariah di Aceh. Namun profesi itu ditinggalkan, demi menjadi kurir narkoba.

“Namun yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari beberapa tahun yang lalu. Saya kira itu adalah oknum, bukan bekerja atau melakukan kejahatan karena pekerjaannya,” kata Arman.

Diakui Arman, sindikat ini merupakan pemain lama dalam penyelundupan sabu, saat ini BNN juga masih memburu seseorang berinisial LB yang sudah berstatus DPO. Maraknya penyelundupan narkoba melalui jalur laut karena luasnya pantai Indonesia dan banyaknya pelabuhan ilegal.

“Untuk mengantisipasi hal itu, BNN bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti Bea dan Cukai, Bakamla, Kementerian Kelautan, dan Polri, untuk meningkatkan keamanan di wilayah laut,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.