Aktivis 98: Pak Prabowo, Berhentilah Menabrak Akal Sehat dan Nurani Publik

Ketua Progress 98, Faizal Assegaf. (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyindir anggaran pembangunan light rail transit (LRT) Palembang terlalu mahal. Atas pernyataan Prabowo tersebut, Aktivis 98 Faizal Assegaf angkat suara. Dia sarankan Prabowo untuk berhenti menabrak nurani.

“Maaf Pak Prabowo, berhentilah menabrak akal sehat dan nurani publik dengan ujaran hoax. Ihwal itu yang bikin anda terkepung dalam politik delusi dan fiksi,” tulisĀ  Faizal Assegaf melalui akun Twitter @faizalassegaf.

Menurut dia, pernyataan Prabowo itu tidak tepat. Dan dia menilai, wajar jika akhirnya rakyat membenci Prabowo.

“Wajar bila rakyat bereaksi membenci, sebab anda makin bersikap manipulatif dan tendensius. Soal proyek LRT Palembang, anda jelas ngawur!” tulis Ketua Progress 98 itu.

Diketahui, pernyataan Prabowo tersebut disampaikan ketika dia memberikan sambutan dalam acara silaturahmi kader Gerindra di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6).

Menurutnya, indeks pembangunan LRT di dunia untuk panjang jalur satu kilometer hanya menghabiskan USD 8 juta. Sedangkan LRT di Indonesia seperti pembangunan LRT di Palembang menghabiskan dana USD 40 juta per kilometernya.

“Saya tanya harganya berapa proyeknya. Rp12,5 triliun. Luar biasa. Rp12,5 triliun untuk sepanjang 24 kilometer. Kalau ini, Rp12 triliun untuk 24 kilometer, berarti 1 kilometer 40 juta dollar. Bayangkan. Di dunia 1 kilometer 8 juta dollar, di Indonesia, 1 kilometer 40 juta dollar. Jadi saya bertanya kepada saudara-saudara, mark up, penggelembungannya berapa? 500 persen,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Prabowo berpikir apakah bangsa ini pintar atau bodoh melihat banyaknya uang yang dikeluarkan hanya untuk pembangunan LRT. Terlebih lagi pembangunan LRT di beberapa tempat tidak jelas gunanya untuk apa.

“Ini bangsa ini pintar atau bodoh. Ingat, kita tahu, tidak jelas bermanfaatnya untuk siapa. Saya bisa buktikan. Kenapa mereka takut dengan saya? Karena saya paham kebocoran-kebocoran itu. Saya mengerti di mana Anda mencuri,” kata dia.

Dia juga mengatakan dana LRT apabila tidak dimark up, maka akan bisa membangun rumah sakit, puskesmas dan fasilitas lain untuk rakyat.

“500 persen (mark up-nya), mencurinya 400 persen. 8 juta dolar di luar negeri sudah untung, kalau tidak untung mereka tidak kerja. Kalau hitungan saya ini di sana untung minimal 20-30 persen. Ini berapa, 500 persen. Bayangkan 400 persen, aduh. 40 juta dollar, 1 kilometer jadi 32 juta dollar yang hangus. Berapa rupiah itu? Rp 400 miliar. Bisa bangun berapa RS? Berapa puskesmas, berapa ribu hektare. Ini di Palembang, bagaimana di Bogor? bagaimana di Jakarta, di provinsi lain?” kata Prabowo.

Diketahui, Pemerintah Indonesia sedang gencar membangun proyek LRT di seluruh wilayah. Contohnya LRT Palembang dan Jakarta yang akan difungsikan sebagai transportasi Asian Games. Namun LRT Jakarta belum tuntas pengerjaannya, dan hanya menggunakan LRT Palembang. Selain itu juga ada LRT Jabodebek yang masih dalam proses pembangunan.