LKPS-Masyarakat Jawa: Kasus e-KTP Bikin Warga Jateng Ogah Pilih Ganjar

Ganjar Pranowo

Jakarta, Sayangi.com – Terdakwa kasus mega korupsi e-KTP, Setya Novanto, sempat menyebut nama Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah menerima fee proyek e-KTP sebesar 500 ribu US Dollar. Hal itupun langsung dibantah oleh Ganjar.

Ganjar pun sempat beberapa kali dipanggil penyidik KPK terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Bahkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu bakal diperiksa sebagai saksi terkait tersangka Markus Nari.

Berbeda dengan pesaingnya yakni Sudirman Said. Walaupun ia juga bersentuhan dengan Setya Novanto, tetapi Sudirman justru mengungkap tentang kasus ‘papa minta saham Freeport’ yang melibatkan Setya Novanto dan Petinggi Freeport yang berujung pada mundurnya politisi Golkar itu dari posisinya sebagai Ketua DPR RI.

Atas hal itu, Lembaga Kajian Politik dan Sosial Masyarakat Jawa melakukan Penelitian dan Jajak Pendapat Masyarakat Jawa Tengah terhadap kedua tokoh tersebut.

Hasilnya, survei menunjukkan, bahwa masyarakat Jawa Tengah sangat menginginkan pemimpin yang jujur dan bersih serta tidak terindikasi mencuri uang negara.

“Dan dari jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam survei, mayoritas memilih pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, dengan alasan bersih dari kasus korupsi,” ujar Direktur Kajian Bidang Politik LKPS-Masyarakat Jawa, Tubagus Alvin, Sabtu (23/6).

Apalagi kata dia, masyarakat Jawa Tengah, secara kultur punya pandangan terkait kepemimpinan yang dituntut harus menjadi pemimpin jujur dan bisa di jadikan suri tauladan bagi masyarakat.

“Sudah dipastikan kekalahan Ganjar Pranowo disebabkan karena terpaan pemberitaan dan fakta persidangan atas pengakuan Setya Novanto, Muhamamd Nazarudin soal keterlibatannya menerima fee proyek e-KTP,” ucapnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur pasangan Ganjar, yakni Taj Yasin juga tidak banyak bisa membantu meningkatkan Elektabilitas dari jaringan NU, sebab yang di dukung oleh NU adalah Cawagubnya Sudirman Said, Ida Fauziyah.

Survei yang melibatkan 2.220 responden ini menilai, dari dua tokoh itu, sebanyak 89,6 persen mengatakan Sudirman Said adalah tokoh yang bersih dari Korupsi bahkan berani membongkar ‘Skandal Korupsi’.

“Sementara hanya 52,3 persen yang mengatakan Ganjar Pranowo Bersih dari Korupsi,” urainya.

Saat responden ditanya apakah percaya jika Ganjar Pranowo terlibat kasus e-KTP seperti pengakuan Setya Novanto dan Nazarudin? Hampir 80,9 persen percaya. Dan sebanyak 19,1 persen tidak percaya.

Begitu juga dengan pertanyaan, “Jika Pilkada Jawa Tengah digelar pada hari ini siapa yang akan bapak-ibu pilih antara Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sebagai Gubernur Jawa Tengah”.

Secara spontan 50,8 persen responden mengaku akan memilih Sudirman Said sebagai Gubernur Jawa Tengah Dan sebanyak 40.7 persen memilih Ganjar Pranowo sebagai Gubernur. Sisanya 8,5 persen tidak menjawab.

“Alasan dari 51,3 persen yang memilih Sudirman Said, karena ingin Jawa Tengah dipimpin oleh Tokoh yang tidak tersandera oleh kasus Korupsi e- KTP. Sementara yang 43,8 persen memilih Ganjar Pranowo beralasan jika Ganjar terlibat kasus e-KTP maka masih Ada wagubnya yang akan menggantikannya,” paparnya.

Sudirman-Ida juga dipilih 52,4 persen responden, saat ditanya soal partai pendukungnya yakni Gerindra, PKB, PKS dan PAN.

Sementara pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, Demokrat, dan NasDem, hanya dipilih 45,2 persen dan sisanya 2,4 persen tidak menjawab.

Untuk diketahui, dalam penelitian ini, LKPS-Masyarakat Jawa mengunakan Metode Jajak Pendapat dengan cara wawancara dan kuisioner kepada 2.220 warga Jawa Tengah yang terpilih secara proposional dan Tersebar di 35 Kab/ Kota. Responden ditentukan dari populasi DPT Pilkada 2018 sebanyak 27.068.125 orang.

Penelitian ini mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error plus minus 2,08 persen dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen. Survei dilaksanakan mulai tanggal 7-20 Juni 2018.