Perempuan Arab Saudi Turun ke Jalan Rayakan Bebas Mengemudi

Perempua Arab Saudi sejak 24 juni 2018 bebas menyupir. Foto BBC
Perempua Arab Saudi sejak 24 juni 2018 bebas menyupir. Foto BBC

Riyard,Sayangi.com- Kaum wanita di Arab Saudi turun ke jalan pada Minggu tengah malam (25/6/2018) waktu setempat. Pawai ini dilakukan guna mengiringi berakhirnya larangan mengemudi bagi perempuan.

Sejak lama, larangan menyupir dilihat sebagai represi terhadap perempuan di kerajaan Muslim yang sangat konservatif tersebut.

Pencabutan larangan mengemudi langsung diperintahkan Raja Salman, September lalu. Hal itu merupakan bagian dari reformasi besar-besaran yang didorong oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Para wanita menyusuri jalan utama di kota timur Khobar dan bersorak ketika polisi mengawasinya. “Kami siap, dan itu benar-benar akan mengubah hidup kami,” kata Samira al-Ghamdi. Samira 47 tahun adalah salah satu dari peserta pawai tersebut. Ia merupakan psikolog dan berasal dari Jeddah. Samira merupakan salah satu perempuan  pertama yang akan mendapat surat ijin mengemudi (SIM).

Bagi banyak perempuan Saudi, langkah tersebut menunjukkan transformasi. Kebijakan diatas dianggap membebaskan mereka dari ketergantungan pada wali atau kerabat pria dan dapat menghemat pengeluaran keluarga.

Najah al-Otaibi, pengamat senior di lembaga analis Arabia Foundation, dikutip dari Channel News Asia. “Ini melegakan. Perempuan Saudi merasakan keadilan. Mereka telah lama dihambat hak asasi manusianya dengan tetap dibatasi dan tergantung pada pria, membuatnya mustahil melakukan kehidupan normal,”

sumber: reuters dan Channel News Asia