Survei Puskopi Tiga Hari Jelang Pilkada, Pasangan Asyik Diprediksi Bakal Menang di Pilgub Jabar

Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu. (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi) kembali merilis hasil polling guna mengetahui pilihan masyarakat Jawa Barat, terhadap 4 Pasangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat Pada Pilkada 2018.

Koordinator Data Polling Puskopi, Andre Gunawan mengatakan, tiga hari menjelang Pilkada Jawa Barat, ditemukan bahwa saat ini baru 69,9 persen warga yang mendapatkan surat undangan ke TPS pada tanggal 27 Juni mendatang.

“Jika sampai H-1 tidak mencapai 100 persen, ada kemungkinan Pilkada Jawa Barat berpotensi kecurangan. Seharusnya H-7 sudah mencapai di angka 90 persen distribusi kartu suara,” kata Andre, Senin (25/6).

Andre mengungkapkan, ketika responden ditanyakan soal pasangan Gubernur-Wakil Gubernur yang akan dipilih jika Pilkada digelar hari ini, dari 1.769 responden, ternyata 33,9 persennya mengaku akan memilih pasangan calon nomor urut 3 Sudrajat -Ahmad Syaikhu.

Sementara di urutan kedua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memperoleh sebanyak 29,3 persen dan Ridwan Kamil – UU Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen.

“Pasangan yang diusung PDI Perjuangan TB Hasanuddin -Anton Charliyan hanya dipilih sebanyak 10,7 persen. Dan sisanya sebanyak 2,8 persen tidak menjawab,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Andre, sudah hampir dapat dipastikan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) bakal menang di Pilkada Jawa Barat. Meski demikian, kata dia, tetap saja pasangan Asyik tidak boleh lengah, karena potensi kecurangan Pilkada di Jawa Barat sangat dimungkinkan terjadi.

“Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi juga tidak boleh dianggap remeh, karena masih selisih di bawah 5 persen dengan pasangan Sudrajat -Ahmad Syaikhu,” imbuhnya.

Sedangkan, lanjut dia, untuk pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum dinilai sulit untuk menang, karena banyak isu negatif yang menimpanya, misalkan isu dugaan keterkaitan dia dengan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung, yang diberikan kepada Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012 lalu sebesar Rp 1,3 miliar. Sebab saat itu dia menjabat sebagai Ketua BCCF.

“Ridwan Kamil juga terkena terpaan sebagai calon yang diusung oleh Parpol yang mendukung ‘Penista Agama’, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” tambahnya.

Begitu juga nasib pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan yang memiliki tingkat keterpilihan paling rendah, karena pasangan ini kata dia terkena terpaan isu medsos bahwa partai pengusungnya sama dengan partai yang mengusung Ahok.

“Dan Anton Charliyan juga dikenal sebagai Kapolda Jabar yang pernah mentersangkakan Habib Rizieq. Tapi faktanya, kasus Habib Rizieq saat ini sudah di SP3 kan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam penelitiannya, Puskopi melibatkan 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki hak pilih. Adapun pelaksaanan survei tersebut yakni pada tanggal 17 – 23 Juni 2018, dengan metode Multistage Random Sampling. Sehingga secara Proposional Peserta Polling tersebar sesuai jumlah besaran prosentase DPT di setiap Kabupaten/Kota Se Jawa Barat.

“Survei tersebut memiliki Margin of Error sebesar plus minus 2,33 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” ujar Andre.