Aljazair Membiarkan 13.000 Pengungsi Tersesat di Gurun Sahara

Ilustrasi para pengungsi di gunung sahara Aljazair. Foto CNN
Ilustrasi para pengungsi di gunung sahara Aljazair. Foto CNN

Aljir,Sayangi.com- Dalam 14 tahun terakhir Pemerintah Aljazair dilaporkan oleh PBB telah membiarkan 13.000 masuk tersesat ke Gurun Sahara.

Dilansir dari Associated Pres Selasa (26/6) Aljazair telah mengusir mereka tanpa makanan atau air. Aljazair telah  memaksa mereka berjalan keluar negara ini selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.Bahkan ada pasukan Aljazair yang menodongkan senjata kepada para pengungsi.

The Associated Press melaporkan kebanyakan dari para pengungsi yang masuk ke Sahara dan diusir merupakan perempuan hamil dan anak-anak.

AP memberitakan, pengungsi beruntung mampu melewati padang pasir di mana suhu mencapai hingga 48C bisa mencapai desa perbatasan Assamaka di Nigeria.

Biasanya para pengungsi tersebut diangkut dalam sebuah truk kemudian diturunkan dan setelah ditunjukkan agar ke Nigeria. Tidak jarang para migran tersebut dipaksa mengarungi gurun di bawah todongan senjata.

Pengusiran massal Aljazair telah meningkat sejak Oktober 2017, akibat Uni Eropa memperbarui tekanan pada negara-negara Afrika Utara. Uni Eropa menghimbau agar negara negara Afrika Utara menghadang para migran pergi ke utara (Eropa) melalui Laut Mediterania guna melewati pagar penghalang dengan Spanyol.

AP melaporkan dalam video itu, orang berusaha menghindari panas yang menyengat maupun pasukan Aljazair yang menodong pistol ke para pengungsi. Dalam menangani pengungsi Aljazair telah menerima $ AS111.3 juta bantuan dari Eropa antara tahun 2014 dan 2017.

Seorang juru bicara Uni Eropa mengatakan Uni Eropa menyadari apa yang dilakukan Aljazair, tetapi bahwa “negara-negara berdaulat” dapat mengusir migran selama mereka mematuhi hukum internasional.

Aljazair tidak memberikan angka untuk pengusiran paksa. Tetapi jumlah orang yang menyeberang ke Niger telah meningkat sejak Mei 2017.

Organisasi Internasional (IOM) mencatat secara keseluruhan para pengungsi yang selamat mencapai secara keseluruhan, mencapai total 11.276 terdiri dari pria, wanita dan anak-anak.

Setidaknya 2500 lainnya dipaksa melakukan perjalanan yang sama ke negara tetangga Mali. Otoritas Aljazair tidak memiliki data berapa  jumlah pengungsi yang meninggal sepanjang terdampar di negara ini.