Terkait Imigran Trump Damprat Wanita Anggota Kongres Dari Demokrat

Ibu Negara AS Melania mendapat kecaman saat meninjau anak anak imigrasi menggunakan jaket ini. Foto NYpost
Ibu Negara AS Melania mendapat kecaman saat meninjau anak anak imigrasi menggunakan jaket ini. Foto NYpost

Washington,Sayangi.com- Presiden AS Donald Trump pada Senin (25/6/2018) mengecam seorang wanita anggota kongres dari Demokrat. Hal ini bermula pada saat ketegangan meningkat atas kebijakan keras imigrasi presiden asal Partai Republik itu.

Anggota Kongres dari partai demokrat telah menghimbau warga Amerika Serikat berhadapan dengan orang terdekat dengan pemerintahan Trump di tempat umum.

Pada bulan ini Trump menghadapi kecaman di seluruh dunia termasuk kritik dari beberapa orang di partainya. Kecaman dan krtik tersebut bersumber  dari cara Trump menghadapi para migran, yang memisahkan anak anak dengan orangtua.

Amerika Serikat di bawah kebijakan pemerintah TRump memberlakukan penahanan dan mengadili orang dewasa, yang tertangkap memasuki negara itu secara gelap.Akibat desakan yang gencar Trumpun membatalkan kebijakannya pada Rabu. Iapun memberi perintah mengakhiri pemisahan keluarga di perbatasan AS-Meksiko.

Namun para pejabat Trump tetap menerapkan kebijakan “tenggang rasa nol”, yang berusia 2 bulan.Langkah ini memunculkan pertanyaan tentang tempat untuk menampung keluarga yang ditahan di perbatasan dan bagaimana memrposesnya dengan cepat.

Hingga kini pemerintahan Trump belum mempersatukan lebih dari 2.000 anak dengan orangtua mereka

Menjelang pemilihan kongres pada November mendatang,Trump terlihat meningkatkan kecaman yang keras terhadap Partai Demokrat. Trump menyamakan Waters dengan pemimpin Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi.

Trump meradang dan berucap Anggota kongres Maxine Waters, orang yang IQ-nya sangat rendah, telah menjadi, bersama dengan Nancy Pelosi, Wajah Partai Demokrat. Dia baru saja menyerukan untuk membahayakan pendukung, yang ada banyak, dari gerakan ‘Make America Great Again’. Hati-hati terhadap apa yang Anda inginkan, Max!” katanya.

Tak ketinggalan Trump juga mencela restoran Red Hen di Lexington, Virginia. Ia pun mencuit bahwa restoran tersebut itu “harus lebih fokus pada pembersihan kanopi, pintu, dan jendela yang kotor (yang sangat perlu dicat) daripada menolak melayani orang baik seperti Sarah Huckabee Sanders.”

Perwakilan Demokrat Maxine Waters mengatakan kepada kerumunan di negara bagian asalnya Kalifornia pada Minggu.Penolakan restoran Virginia untuk melayani juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders pada Jumat pekan lalu harus menjadi contoh untuk melawan Trump.

Himbauan Waters  berisi “Jika Anda melihat seseorang dari Kabinet itu di sebuah restoran, di sebuah toko perbelanjaan, di sebuah pompa bensin, Anda keluar dan buatlah kerumunan, dan Anda usir mereka. Dan Anda harus memberi tahu mereka bahwa mereka tidak diterima lagi, di mana saja. Kita harus membuat anak-anak terhubung dengan orang tua mereka,ungkap Waters.

Dilansir dari reuter Rabu (27/6/2018) buntut dari pengusiran Sanders pada Jumat pekan lalu, iapun menggelar konferensi pers Gedung Putih pada Senin (25/6). Dihadapan awak media Sanders mengakui pengusiran atas dirinya dari restoran. Lalu ia berkata: “Perdebatan yang sehat tentang ide dan filsafat politik adalah penting, tetapi seruan untuk pelecehan dan dorongan untuk setiap pendukung Trump untuk menghindari publik tidak dapat diterima.”

Pekan lalu, saat Trump membela kebijakan imigrasinya, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen menjadi korban teriakan massa. Ia diteriakain pengunjuk rasa  di sebuah restoran Meksiko di Washington. Para pengunjuk rasa yang mengucapkan “Malu! Malu!”. Petugas kepolisian Washington turun melerai dan meminta agar kedua pihak tetap tenang.