Kecaman Duterte Ke Tuhan Picu Kemarahan Warga Filipina

Presiden Filipina Duterte tersandung ucapannya. Foto SCMP
Presiden Filipina Duterte tersandung ucapannya. Foto SCMP

Manila,Sayani.com-Pernyataan kontroversial Presiden Filipina Rodrigo Duterte tentang Tuhan disebutnya bodoh telah memicu kemarahan luas di negara Katolik terbesar di Asia itu.

Dilansir telegraph.co.uk pada Rabu, (27/6/ 2018) makian ke Tuhan telah disampaikan Duterte dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi secara on life pada Jumat, 22 Juni 2018. Makian itu berawal saat dia membahas kisah Alkitab tentang penciptaan manusia . Duterte bertanya mengapa Tuhan menciptakan Adam dan Hawa hanya untuk membiarkan mereka menyerah pada godaan yang menghancurkan kesucian mereka.

“Siapa Tuhan bodoh ini? Anak laki laki itu benar-benar bodoh, ”ungkap Duterte,“Bagaimana Anda bisa merasionalisasi Tuhan? Apakah kamu percaya?,ucap Presiden Duterte. Sesaat setelahnya, pernyataan presiden berusia 73 tahun itu langsung mendapat tanggapan kecaman secara meluas luas.

Oposisi Senator Antonio Trillanes IV menggambarkan Presiden Rodrigo Duterte sebagai orang jahat. Trilllane menyebut pernyataan Duterte sesuai dengan kepemimpinannya yang penuh kebohongan dan kekejaman dari kebijakannya.

Kekecewaan makian Duterte kepada Tuhan telah menimpa senator Panfilo Lacson, mantan kepala kepolisian nasional. Lacson mengatakan dia sering mendukung kebijakan Duterte, tetapi setelah ucapan presiden melawan Tuhan, “kepada siapa saya berdoa setiap hari dan dengan siapa saya menemukan penghiburan dan kenyamanan di semua masa-masa sulit saya?. Saya bahkan tidak perlu memikirkan pilihan saya,ungkapnya.

“Semoga Tuhan mengampuninya dan membuatnya menebus semua dosa-dosanya,” kata Lacson.

Sementara itu Uskup Katolik, Arturo Bastes, menyebut presiden Duterte orang gila. Uskup ini menghimbau orang-orang Filipina untuk berdoa agar Duterte tidak lagi mengeluarkan ucapan-ucapan menghujat.

Uskup Bates menyebutkan ungkapan Duterte terhadap Tuhan dan Alkitab mengungkapkan lagi bahwa dia adalah seorang dengan gangguan psikologis, seorang psikopat. Orang yang berpikiran tidak normal seharusnya tidak terpilih sebagai presiden negara kita yang beradab dan Kristiani,”ucap Bastes.

Senada dengan Uskup Batesm,Uskup Ruperto Santos, mengatakan presiden Duterte telah melewati batas.

Seperti diberitakan sebelumnya,dalam sambutannya pada Jumat, Duterte juga menyesalkan dosa Adam dan Hawa dalam teologi Kristen. Dosa tersebut telah mengakibatkan semua orang harus menanggung dosa asal,ungkapnya.

“Kamu tidak terlibat tetapi sekarang kamu ternoda dengan dosa asal. Agama macam apa itu? Itu yang tidak bisa saya terima, proposisi yang sangat bodoh, ”ucap Duterte.
Juru bicara Duterte Harry Roque Jr. membela pernyataan bosnya. Jubir Duterte mengatakan presiden memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya tentang agama. Presiden berhak mengutip pengungkapan sebelumnya bahwa dia pernah dilecehkan secara seksual sebagai mahasiswa oleh seorang imam.

Ini bukan pertama kalinya Duterte mengejutkan warga Katolik dengan pernyataan kontroversialnya. Pada tahun 2015 semasa Duterte duduk sebagai Walikota Davao ia sempat mengutuk kunjungan Paus Fransiskus yang dianggapnya sebagai pemicu kemacetan panjang di Manila.

Beberapa saat kemudian, Presiden Rodrigo Duterte kemudian meminta maaf atas pernyataannya kepada Paus Fransiskus. Namun berulang kali ia menentang uskup dan gereja Katolik Filipina yang mengkritik tindakan kerasnya terhadap penanganan Narkoba.