Polda Sumut Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Pilkada 2018

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Medan, Sayangi.com – Menjadi salah satu wilayah rawan dalam Pilkada serentak 2018, Polda Sumatera Utara memiliki sejumlah langkah untuk pengamanan. Namun, polisi tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan Pilkada ini.

“Tapi kalau Pilkada ini kita kedepankan humanisme. Komunikasi yang kita kedepankan,” ujar Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Selasa (26/6) malam.

Kendati demikian, kata Paulus, pihaknya juga tetap mempersiapkan langkah pengamanan tegas. Salah satunya dengan menempatkan personel Brimob di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut Paulus, penempatan personel Brimob dan tim penembak jitu ialah untuk berjaga akan kemungkinan aksi teror yang terjadi saat Pilkada. Hal ini dilakukan agar kondusifitas di tengah masyarakat tetap terjaga.

“Itu alasan kenapa ada anggota Brimob di setiap TPS, tujuannya untuk mencegah adanya aksi teror. Itu ada protapnya, tapi masa iya yang kalah rusuh terus kita tembak kan nggak,” terangnya.

Seperti diketahui, ada sembilan Pilkada serentak di Sumut, yakni satu Pemilihan Gubernur (Pilgub), satu pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) dan tujuh pemilihan Bupati (Pilbup).

Pilwalkot sendiri dilaksanakan di wilayah Padangsidempuan, Pemilihan Bupati ada di Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Dairi, Deli Serdang, Tapanuli Utara, Langkat dan Batubara.