Lakukan Politik Uang di Pilkada Lahat, Mahasiswa Desak Bawaslu RI Diskualifikasi Pasangan Cahaya

Gerakan Mahasiswa Penumpas Bibit Koruptor (Gempas BK) menggelar aksi mendesak Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon bupati Lahat Nomor urut 3, Cik Ujang-Haryanto, di Gedung Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Sekitar seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Penumpas Bibit Koruptor (Gempas BK) mendatangi Gedung Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Kedatangan mereka adalah untuk mendesak Bawaslu RI untuk segera mendiskualifikasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lahat, Sumatera Selatan nomor urut 3 yakni Cik Ujang-Haryanto (Cahaya) karena kedapatan melakukan politik uang.

“Kami mendesak Bawaslu untuk segera mendiskualifikasi paslon yang terbukti melakukan money politic atau politik uang,” kata Koordinator Aksi Gempas BK, Farhan Hafrizal dalam orasinya.

Farhan mengatakan, dalam rapat pleno sebelum Pilkada digelar, Bawaslu dan KPU menegaskan akan mendiskualifikasi pasangan calon (paslon) yang terbukti melakukan politik uang.

“Saya sangat menghargai statemen Bawaslu tersebut, tapi jangan hanya di media. Ketika ada bukti, kami ingin bukti ini ditindaklanjuti dengan mendiskualifikasi paslon tersebut. Pasangan nomor urut 3 Cik Ujang dan Haryanto atau Cahaya terbukti melakukan politik uang, kami punya bukti videonya,” ujarnya.

Aksi Mahasiswa Gempas BK di depan kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Dikatakan Farhan, membiarkan adanya tindak politik uang, maka sama saja membiarkan koruptor merajalela di negeri ini.

Karenanya, Gempas BK mendesak kepada Bawaslu RI untuk segera mendiskualifikasi pasangan calon Bupati Lahat Cik Ujang-Haryanto, yang telah melakukan kejahatan demokrasi politik uang.

“Pecat dan tangkap Panwaslu Kabupaten Lahat, Sumsel jika pembiaran politik uang itu terjadi,” katanya.

Gerakan Mahasiswa Penumpas Bibit Koruptor (Gempas BK) menggelar aksi mendesak Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon bupati Lahat Nomor urut 3, Cik Ujang-Haryanto, di Gedung Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Tak hanya itu, KPU didesak segera melakukan pemilihan ulang yang jujur dan adil.

Perwakilan mahasiswa juga sempat diterima oleh bagian Pusat Pelaporan Pelanggaran Pemilu Bawaslu RI, Lesmana.

Mahasiswa Gempas BK diterima oleh bagian Pusat Pelaporan Pelanggaran Pemilu Bawaslu RI melaporkan dugaan politik uang yang dilakukan pasangan nomor urut 3 Cik Ujang-Haryanto di Pilkada Lahat.

Saat diterima pihak Bawaslu, perwakilan Gempas BK, Agus Harta, sempat memutarkan video bukti politik uang yang dilakukan paslon nomor 3 Pilkada Lahat.

Dalam video tersebut, ada tiga orang ibu yang kedapatan menerima amplop berisi uang sebanyak 200 ribu. Ibu tersebut mengaku disuruh untuk memilih paslon nomor urut 3 di Pilkada Lahat, yakni Cik Ujang-Haryanto.

Menanggapi video tersebut, pihak Bawaslu berjanji akan menindaklanjuti laporan yang sudah diterima.

“Disana kan sudah dilaporkan. Kalau sudah dilaporkan, laporannya diproses, paling lama waktunya tujuh hari. Kita lakukan supervisi ke sana,” kata Lesmana.

Usai diterima perwakilan Bawaslu RI, para mahasiswa kemudian menlanjutkan aksinya ke gedung KPU RI di Jalan Imam Bonjol Jakarta.