Kalah di Jabar, Fahri Salahkan PKS Lepas Deddy Mizwar

Fahri Hamzah

Jakarta, Sayangi.com – Fahri Hamzah ikut menanggapi kekalahan pasangan calon nomor urut 3 di Pemilihan Gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu dari Ridwan Kamil-UU Razhanul Ulum dalam quick count yang dilakukan beberapa lembaga survei.

Dalam akun Twitternya @FahriHamzah, Kamis (28/6), dia  menyayangkan mengapa PKS beralih dari Deddy Mizwar.

“Pilkada Jawa Barat itu paling tragis. Sewaktu kader-kader PKS deklarasikan Demiz-Syaikhu saya bilang ‘menang telak’. Tapi manuver PKS mengalahkan akal sehat,” kata Fahri Hamzah.

Padahal, menurut dia, Demiz adalah sosok yang cocok untuk Syaikhu agar menang di Jabar. Apalagi, Demiz telah mendampingi Ahmad Heryawan dalam memimpin Jabar 5 tahun.

“Demiz yang telah dampingi Aher 5 tahun malah ditinggal. Suara pecah dan kalah! Tragis,” ungkap Fahri.

Langkah PKS itu disebut Fahri sebagai langkah blunder. Padahal menurutnya hanya masalah komunikasi di antara Demokrat dengan PKS.

“Lalu, setelah ada sedikit salah paham antara Demiz dengan Gerindra lalu Demiz merapat mencari tiket ke PD (demi utuhnya Demiz-Syaikhu), harusnya PKS sebagai partai dakwah menyatukan dan mencari jalan tengah. Toh Demiz sdh seperti kader PKS. Eh malah memecah,” ujar dia.

“Saya tahu lebih detail dan ini enggak enak disebutkan sebab merupakan jeroan kekonyolan. Tapi pimpinan PKS introspeksilah, jangan cari pembenaran terus; 2 periode kita jaga Jawa Barat di tangan kader Inti sekarang hilang. Mau muji apa? Setop cari pembenaran! Setop,” tegasnya.

Tak sampai di situ, Fahri kemudian juga menyebut PKS kehilangan insting politiknya terkait kekalahan di Pilgub Jabar. Baginya Aher adalah pahlawan, Aherlah yang merayu Demiz untuk mau berpasangan dengan Syaikhu.

Diketahui, pasangan Sudrajat-Syaikhu kalah di quick count beberapa lembaga survei. Salah satunya dalam quick count Indo Barometer, Ridwan Kamil-Uu meraih 32,48 persen, TB Hasanuddin-Anton Charliyan 12,94 persen, Sudrajat-Syaikhu 28,54 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 26,03 persen.