Kapolda: Dengan Bertindak Tegas Terbukti Angka Kriminalitas di Sumut Menurun

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan di Mapolda Sumut, Kamis (28/6). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Medan, Sayangi.com – Selama hampir satu tahun menjabat, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw membuat sejumlah kebijakan terkait premanisme. Mantan Kapolda Papua ini menaruh perhatian besar ke tindak premanisme dan kriminalitas jalanan, yang cukup tinggi di Sumut.

Salah satu contohnya, kata Paulus, ialah keberadaan begal yang cukup banyak. Untuk di Sumatera Utara sendiri, keberadaan begal erat kaitannya dengan peredaran narkoba.

“Langkah kita, kalau begal tak melukai korban dan tak melawan lanjutkan proses hukum ke pengadilan. Kalau begal melukai korban dan melawan saat ditangkap, kita ambil tindakan tegas,” ujar Paulus di Mapolda Sumut, Kamis (28/6).

Di Sumut, sambung Paulus, cukup sulit untuk langsung menerapkan aturan yang baru. Pasalnya masyarakat maupun jajaran polisi sendiri terbiasa dengan pola pikir yang sudah lama melekat.

“Di sini saya kesana-sini, (harus) ingatkan ke anak buah untuk nggak perlu pakai (pola pikir) ‘Ini Medan bung’, di polisi ini nggak bisa. Sekarang bagaimana kita mengawasi dan mengendalikan keamanan masyarakat (kalau masih pakai pola pikir lama),” katanya.

Selain premanisme, di Sumut Paulus juga fokus pada pemberantasan narkoba, baik peredaran maupun konsumsinya. Apalagi selama ini para penyelundup kerap melewati perairan Sumut, untuk membawa masuk narkoba dari luar negeri.

Paulus juga mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk bertindak tegas kepada para penyelundup narkoba. Bila mereka melawan, Paulus menginstruksikan tindakan tegas terukur.

“Dengan aturan ini nyatanya lebih efektif. Kita nggak mau kan ragu-ragu terus,” tandasnya.