Irak Jalankan Hukum Gantung Pada 13 Narapidana Kasus Terorisme

Tempat pelaksanaan hukum gantung di penjara Abu Grhaib, penjara terbesar di Irak. Foto AFP
Tempat pelaksanaan hukum gantung di penjara Abu Grhaib, penjara terbesar di Irak. Foto AFP

Bagdad,Sayangi.com- Irak telah melakukan hukum gantung terhadap 13 narapidana yang dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme. Hal tersebut diumumkan Kementerian Kehakiman pada Jumat (29/6/2018).

Dilansir dari AFP Sabtu (30/6/2018) langkah kebijakan ini diambil menyusul rekomendasi Perdana Menteri Haidar al-Abadi untuk mempercepat eksekusi para terpidana mati terkait kasus terorisme.

Perdana Menteri al-Abadi menghadapi dilema terkait celah keamanan setelah mayat delapan polisi dan anggota milisi Syiah yang pro-pemerintah ditemukan di sisi jalan raya. Kesemua mayat tersebut ditemukan di sebelah utara Baghdad pekan ini. Petugas keamanan menduga kedelapan korban diculik oleh militan ISIS awal bulan ini.

Atas peristiwa tersebut akhirnya seluruh tahanan itu telah dieksekusi Kamis (28/6/2018) malam. Tindakan eksekusi dilakukan dalam beberapa jam setelah al-Abadi merekomendasikan kepada Presiden Fuad Masum agar menandatangani perintah eksekusi bagi semua terpidana teror yang menunggu hukuman mati.

Menurut Kementerian Kehakiman, seluruh terpidana itu telah menggunakan semua jalur untuk banding. Kementerian kemudian merilis foto-foto eksekusi tersebut, termasuk yang memperlihatkan empat orang tergantung di tiang gantungan.

Sebelumnya Jumat, kantor al-Abadi menyatakan 12 lelaki telah dieksekusi.Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan langsung mengenai perbedaan jumlah yang dieksekusi itu.

Meskipun pihak berwenang Irak telah menyatakan kemenangan atas kelompok militan ISIS itu tahun lalu namun wakil dari otoritas tertinggi Syiah Irak pada Jumat menuduh para politisi Irak mengabaikan ancaman ISIS yang masih terus ada