Berkembangnya Isu Kisruh Pilkada Lahat, Tim Bursah-Parhan Menggelar Konfrensi Pers

Konferensi Pers Tim Bursah-Parhan

Lahat, Sayangi.com – Kasus money politic di pilkada Lahat yang lalu hingga kini masih mencuat, isu ini berkembang bahkan telah menjadi berita nasional. Oleh karenanya Tim Paslon Nomor Urut Empat Bursah-Parhan menggelar konfrensi pers di kediaman Bursah Zarnubi. (30/6)

Konfrensi pers ini dipimpin oleh Nico Pransisco selaku Ketua Tim Pemanangan Bursah-Parhan. Berikut poin-poinya :

Pertama, Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pihaknya itu adalah murni aksi damai menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Panwaslu terkait dengan adanya laporan tindakan money politic yang dilakukan oleh Paslon Nomor Urut Tiga Cik Ujang – Haryanto.

“Aksi demonstrasi yang kami lakukan adalah murni aksi damai untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Panwaslu terkait dengan adanya laporan tindakan money politic yang dilakukan oleh Paslon Cahaya.” Ujar Niko.

Kedua, Niko melanjutkan bahwa terkait adanya insiden salah satu anggota kepolisian yang terluka, pihaknya tidak mengetahui sama sekali disebabkan aksi yang dilakukan adalah aksi damai. Dan ia juga menegaskan bahwa tidak ada kisruh dan tidak ada satu pun falisitsas umum yang rusak akibat aksi ini.

“terkait adanya insiden salah satu anggota kepolisian yang terluka, kami tidak mengetahui sama sekali dikarenakan aksi yang kami lakukan adalah aksi damai. Pun tidak ada kisruh dan tidak ada satu pun fasilitas umum yang rusak akibat aksi ini.” ungkapnya

Ketiga, menyikapi tuduhan penganiayaan kepada anggota DPRD atas nama Fitrizal, pihaknya menyampaikan bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Hal ini disampaikan oleh Saryono yang ikut mendatangi rumah Dadang.

“awalnya, kami hendak bertemu Dadang yang merupakan salah satu oknum yang membagikan amplop untuk memenangkan paslon no urut tiga. Namun, sesampainya dirumah Dadang, kami mendapati Dadang berlari ke belakang rumahnya dan seketika saudara Fitirzal menghalangi dengan mencabut pisau dan mencoba menusukan ke arah rekannya yang bernama awang. Namun, kami langsung menangkis dan mengambil pisau tersebut dan langsung menyerahkannya kepada pihak kepolisian”. ungkap Saryono yang juga hadir pada konfrensi pers.

Keempat, pihaknya mengatakan bahwa semua yang mereka lakukan adalah suatu bentuk perlawanan terhadap salah satu kejahatan demokrasi yaitu kejahatan money politic.

“Semua yang kami lakukan ini adalah suatu bentuk perlawanan kami terhadap salah satu kejahatan demokrasi yaitu kejahatan money politic. Dan kami berharap dan meminta Panwaslu dan pihak terkait bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus money politic di pilkada Lahat.” pungkas Nico