Sempat ada Teror KKB, Pilkada Kabupaten Nduga Akhirnya Terlaksana Dengan Baik

Kapolri Tito Karnavian (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Dari 171 wilayah yang melaksanakan Pilkada 2018, hampir seluruh wilayah telah dilaksanakan dengan baik. Hanya ada wilayah, yakni Paniai dan Nduga, Papua yang mengalami sedikit hambatan.

Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengatakan, ada teror di Nduga, yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang menyebabkan Pilkada di wilayah tersebut harus tertunda. Oleh karena itu, Polri berkoordinasi dengan TNI untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada di sana.

“Maka kita sudah melakukan langkah bersama Panglima TNI mengirim penambahan pasukan ke sana. Karena lewat jalur udara cukup sulit, jadi kita gunakan jalur laut, lewat Timika 8 jam itu, pasukan kita sudah di sana,” ujar Tito di kawasan TMP Kalibata, Jakarta, Senin (2/7).

Berkat kerjasama Polri dan TNI, kata Tito, akhirnya Pilkada di wilayah Nduga dapat terlaksana dengan baik. Saat ini di wilayah Nduga tinggal dilaksanakan proses penghitungan suara.

“Alhamdulillah dua hari lalu semua proses Pilkada di Nduga sudah selesai 100 persen. Sekarang tinggal proses penghitungan suara,” tuturnya.

Sementara untuk di Kabupaten Paniai, sambung Tito, ada perbedaan pendapat yang terjadi antara KPU Kabupaten dengan pihak Panwas Kabupaten. Sehingga keadaan menjadi deadlock dan harus diserahkan ke pihak KPU dan Panwas tingkat Provinsi.

Saat ada keputusan dari KPU dan Panwas tingkat Provinsi terkait jumlah calon di Kabupaten Paniai, KPU dan Panwas tingkat Kabupaten justru menolaknya. Oleh karena itu, Tito berharap masing-masing pihak dapat berembuk dan menyelesaikan masalah tersebut.

“Setelah itu saya menghubungi ketua Bawaslu dan ketua KPU RI agar betul-betul memberikan solusi apapun yang diputuskan nanti, apakah satu pasangan calon, dua pasangan calon. Sepanjang itu sudah keputusan tegas dari pihak-pihak tadi, maka Polri bersama TNI akan melakukan pengamanan maksimal di sana,” paparnya.

Lebih jauh Tito menegaskan, Polri siap mengamankan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Paniai. Berapapun jumlah anggota yang dibutuhkan untuk pengamanan di sana, Polri akan menyiapkannya.

“Kalau perlu kita kirim berapa pasukan yang dibutuhkan, kita akan kirim. Karena demokrasi jadi proses yang sangat penting dan tidak boleh kalah dengan aksi-aksi kekerasan,” pungkasnya.