Pasca Pilkada, Kasus Ijazah Rahmat Effendi Kembali Diadukan ke Bawaslu

Jakarta, Sayangi.com – Isu dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan Rahmat Effendi terus berlanjut pasca Pilkada Kota Bekasi. Kali ini ketua tim advokasi Pasangan Nur-Firdaus, Bambang Sunaryo, mendatangi kantor Bawaslu pada Selasa (3/7), dengan membawa bukti surat pernyataan saksi.

Menurutnya, melanjutkan proses pelaporan dugaan pemalsuan ijazah Rahmat Effendi pasca pilkada adalah hak publik untuk memastikan kepemimpinan di Kota Bekasi dipegang oleh orang yang tidak bermasalah secara hukum.

Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Rahmat Effendi alias Pepen di SMAN 52 Jakarta Utara ini pernah mencuat tahun 2015 lalu dan menjelang pilkada kota Bekasi 2018.

Saat memberikan keterangan, Bambang Sunaryo mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Bawaslu beberapa waktu lalu. Adapun bukti-bukti yang dibeberkan di antaranya surat dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Bawaslu RI berkaitan dengan kasus dugaan ijazah palsu Rahmat Effendi sesuai dengan Peraturan KPU nomor 4.

“Kita laporkan pelanggaran Pilkada sesuai dengan PKPU nomor 4, dan berharap Bawaslu melakukan tindakan secara benar, sesuai aturan yang berlaku” katanya.