Kapolri Instruksikan Polair Lakukan Pengawasan Ketat Terhadap Kapal Penumpang

Kapolri Tito Karnavian (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Indonesia dikejutkan dengan dua insiden kecelakaan kapal, yang terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Pertama kecelakaan KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, lalu disusul dengan insiden KM Lestari Maju di perairan Selayar.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya, utamanya polisi air untuk meningkatkan pengawasan terhadap kapal penumpang. Pasalnya, kedua insiden kapal tersebut tidak lepas dari adanya kesalahan manusia.

“Polisi terutama polisi perairan, saya perintahkan polisi perairan untuk membantu menegakkan aturan ini. Misalnya bersama-sama dinas perhubungan,” ujar Tito di PTIK, Jakarta, Rabu (4/7).

Polri, kata Tito, terus berkoordinasi dengan pigak Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah. Polri akan membantu sesuai dengan tugasnya, yakni menegakkan hukum.

“Ini semua harus dikumpulkan, termasuk pemilik agen kapal di tingkat pusat dan daerah masing-masing,” katanya.

Mengenai insiden di Danau Toba dan perairan Selayar, kata Tito, Polri masih terus melakukan investigasi. Ada dugaan kapal yang berlayar tersebut, tidak memiliki standar keamanan yang seharusnya.

“Seperti kasus Danau Toba, saya bilang jangan hanya nakhodanya (yang dijadikan tersangka), tapi pengawasnya. Pengawas live jacketnya nggak diawasi, sudah angkat jadikan tersangka,” pungkasnya.