PT BAU dan PT MAS Diduga Penyuplai Money Politic Pilkada Lahat, KPK dan PPATK Diminta Usut Tuntas

Warga menunjukkan amplop berisi uang sebagai bukti praktik money politic dalam Pilkada Kabupaten Lahat.

Lahat, Sayangi.com – Masifnya praktik money politic yang terjadi di Pilkada Lahat 27 Juni lalu makin terkuak. Setelah sekian banyak warga yang memberi kesaksian, kini ada keterangan yang mengungkap keterlibatan korporasi Batu Bara dalam pengucuran dana money politik ke pasangan Cik Ujang-Haryanto.

Sebuah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menceritakan kepada Sayangi.com perihal keterlibatan PT BAU dan PT MAS dalam Pilkada Lahat.

“Anda keliru kalau mengira uang yang ditebar untuk money politic adalah milik Cik Ujang. Ini ada keterlibatan PT BAU dan PT MAS yang menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah untuk money politic,” kata sumber tersebut di Lahat, Rabu (4/7).

“Jika dilihat dari profiling harta kekayaan pasangan Cik Ujang-Haryanto yang sekitar Rp 7 miliar dan dana kampanye yang hanya 6 miliar, tidak masuk akal Cik Ujang bisa bagi-bagi uang berpuluh-puluh miliar dan tersebar merata di 24 Kecamatan,” lanjutnya.

Menurutnya, jumlah amplop yang dibagi-bagikan untuk money politic pasangan ini ada sekitar 150 ribu amplop yang berisa uang Rp150 ribu dan Rp200 ribu.

Saat ditanya apa kepentingan PT BAU dan PT MAS memplot Cik Ujang sebagai Bupati Lahat, sumber itu kemudian menceritakan kedekatan Cik Ujang dan PT BAU dan PT MAS, terutama kerjasama transportasi untuk mengangkut batu bara.

“Tentu ini kepentingan bisnis, PT BAU dan PT MAS merasa perlu punya Bupati lemah yang bisa disetir untuk keberlangsungan bisnisnya. Apalagi selama ini memang telah terjalin kerjasama, PT BAU selalu menggunakan alat transportasi milik Cik Ujang,” katanya.

“PT BAU dan PT MAS merasa terancam apabila yang terpilih menjadi Bupati adalah figur seperti Bursah atau Nopran yang mengusung tema kesejahteraan rakyat dan peduli lingkungan. PT BAU dan PT MAS ini ini dikenal tidak mempedulikan warga dan lingkungan, makanya masyarakat Merapi resah. Mereka juga tidak menyalurkan CSR secara memadai untuk kesejahteraan masyarakat,” lanjut dia.

Ketika ditanya apakah ada perusahaan lain yang menyokong Cik Ujang dalam dugaan money politik di Lahat, sumber ini kemudian menyebut Galian C.

“Perusahaan Galian C yang dimilik Akai juga ditengarai menyokong dana money politic untuk Cik Ujang. Perusahaan ini juga perusak lingkungan. Lihat tuh sungai Lematang rusak parah dan tercemar akibat Galian C,” bebernya.

Selanjutnya, dia meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) turun ke Lahat mengusut tuntas praktik money politic yang melibatkan PT BAU dan PT MAS dan Cik Ujang-Haryanto serta Galian C.

“Karena itu kami harap masyarakat dan paslon yang lain terus bersatu dan mendesak KPK secara serius mengusut tuntas money politic di Lahat, apalagi sudah ada beberapa anggota DPRD (fraksi PD) yang tertangkap warga. PPATK juga perlu menelisik transaksi perbankan yang terkait orang sekitar Cik Ujang, PT BAU, PT MAS dan Galian C,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Lahat tercoreng oleh kasus money poltic yang dilakukan secara Terstruktur, Sistimik, Masif (TSM) oleh pasangan nomor urut 3 Cik Ujang-Haryanto. Indikasinya antara lain adanya kesaksian ratusan warga yang mengaku diberi uang agar memilih paslon nomor 3, lalu melapor ke Panwaslu. Bahkan ada anggota tim sukses pasangan calon nomor 3 yang mengaku menerima instruksi menyebar uang ke masyarakat dan menyerahkan ribuan amplop.