Lantaran Krisis Ekonomi Perdagangan Venezuela Terpaksa Barter

Venezuela alami sulitnya peredaran uang. Foto AFP
Venezuela alami sulitnya peredaran uang. Foto AFP

Caracas,Sayangi.com- Negara Venezuela mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Akibat sulitnya transaksi dengan uang tunai semakin sulit dan langka. Kini banyak warga Venezuela terpaksa melakukan transaksi via barter atau tukar-menukar barang. Masyarakat Venezuela bahkan melakukan barter untuk mendapatkan bahan makanan hingga obat-obatan.

Tidak ada pembayaran dengan uang tunai di sini, hanya barter, barang ditukar dengan barang,” kata salah seorang istri nelayan, Mileidy Lovera, 30 tahun.

Wanita ini terpaksa ke sana-ke mari berharap akan ada yang menukar ikan tangkapannya dengan bahan makanan untuk keempat anaknya serta obat epilepsi.

Negara bagian di Amerika Selatan kini mengalami kesulitan ekonomi. Uang tunai sulit ditemukan dan menjadi barang langka. Kondisi ini secara otomatis membuat warga kesulitan menemukan bahan makanan dan obat-obatan langka untuk penyakit kronis. Ekonomi yang memburuk membuat rakyat Venezuela semakin bergantung pada barter sebagai transaksi dasar.

Dilansir Reuters pada Rabu (4/7) untuk membayar barang dan jasa dengan harga paling murah sekalipun kini sulit karena tidak banyak uang yang beredar di sana. Meskipun bisnis formal yang mengandalkan transfer dan kartu debit masih ada, namun rasanya sulit dilakukan di Rio Chico dengan populasi 20 ribu orang di dalamnya.

Bahkan sekitar 130 kilometer ke barat dari Ibu Kota Caracas, banyak pedagang yang tidak memiliki akses ke layanan bank. Bahkan di di pasar warga lebih memilih menerima bayaran dalam bentuk barter.

Ekonom dari konsultan Datanalisis Luis Vicente Leon mengatakan, transaksi barter merupakan sistem pembayaran yang sangat primitif bagi suatu negara yang tidak memiliki uang tunai yang cukup.