Arab Saudi: Muncul Teror Bakar Mobil Saat Perempuan Bebas Menyetir

Makkah,Sayangi.com- Aparat Kepolisian Arab Saudi tengah memburu pelaku pembakaran mobil milik seorang perempuan di Makkah. Insiden pembakaran ini terjadi sepekan setelah kerajaan mencabut larangan mengemudi bagi wanita.

Saksi sekaligus korban Salma al-Sherif, seorang kasir 31 tahun yang tinggal di dekat kota suci Makkah, mengatakan kepada media setempat bahwa mobilnya sengaja dibakar oleh pria yang menentang perempuan menyetir.

Dilansir dari AFP hari Jumat (6/7) Otoritas Polisi Makkah dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa malam menuliskan Insiden ini sedang diselidiki pejabat keamanan. Kami sedang mencari pelakunya.

Mulai bulan 24 Juni 2018 , perempuan Saudi diizinkan mengemudi untuk pertama kalinya. Peraturan ini diberlakukan selang beberapa dekade kerajaan Arab Saudi mencabut larangan mengemudi bagi perempuan. Larangan mengemudi merupakan satu-satunya di dunia.

Sherif mengatakan bahwa dia menghadapi pelecehan dari para pria di distriknya begitu dia mulai mengemudi. Ia menyatakan mengemudi sendiri adalah untuk mengurangi beban keuangannya.Namun, dari hari pertama mengemudi saya dihina kaum pria.

Sebelum larangan mengemudi dicabut, ia menegaskan setengah dari gajinya sebesar 4.000 riyal (sekitar Rp15,3 juta) habis untuk membayar sopir. Tugas sopir adalah mengantarkannya ke tempat kerja serta mengantarkan orang tuanya yang sudah lanjut usia,ungkap Sherif kepada harian propemerintah Okaz.

Sherif menerima dukungan dari media sosial, di mana banyak warganet mengunggah foto mobilnya yang terbakar. Tidak sedikit warganet mengecam serangan itu sebagai “aksi teroris”.

Pihak berwenang telah berusaha untuk menunjukkan reformasi mengemudi memiliki persetujuan agama, dengan dewan ulama.  Sehingga kerajaan menekankan pencabutan larangan itu sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Tetapi banyak yang masih waspada terhadap serangan balik dari kelompok garis keras, di tengah sejumlah komentar seksis terhadap para pengemudi perempuan di media sosial.

Banyak perempuan mengatakan mereka berada di jalan, menguji reaksi masyarakat yang terpecah antara konservatisme dan upaya modernisasi yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Sekitar 120.000 wanita telah mengajukan izin mengemudi, menurut juru bicara kementerian dalam negeri. Namun saat berita ini diturunkan  masih belum jelas berapa banyak SIM yang telah dikeluarkan otoritas Arab Saudi.