Polisi Inggris Ungkap Penyebab Dua Warga Terpapar Racun Novichok

Dua warga Inggris yang terpapar racun saraf Novichok kanan Dawn Sturgees dan kiri Charlie Rowley. Foto BBC
Dua warga Inggris yang terpapar racun saraf Novichok kanan Dawn Sturgees dan kiri Charlie Rowley. Foto BBC

London,Sayangi.com- Polisi Inggris telah mengkonfirmas bahwa seorang pria dan wanita dalam kondisi kritis akibat keracunan zat saraf.

Korban Charlie Rowley  45 tahun dan Dawn Sturgess 44 tahun berada dalam kondisi kritis di rumah sakit Salisbury Amesbury pada Sabtu pekan lalu. Polisi mengatakan keduanya terpapar zat mematikan setelah menyentuh barang yang telah terkontaminasi.

Lokasi kejadian terbaru sekitar 10 mil dari tempat Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia yang membelot ke Inggris, bersama putrinya Yulia diracuni.

Dikutip dari Finansial Time , Jumat (6/7/2018),temuan ini memperkuat teori jika pasangan Sturgess dan Rowley mungkin telah terkena racun Novichok yang digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya Yulia.

“Berdasarkan tes lebih lanjut dari sampel pasien, kita sekarang tahu bahwa mereka terkena zat saraf setelah memegang barang yang terkontaminasi,” pernyataan kepolisian Inggris seperti dikutip dari AP, Jumat (6/7/2018).

Detektif kepolisian Metropolitan Inggris telah mengepung beberapa situs di Amesbury dan Salisbury guna mereka mencari sumber kontaminasi.

Sekitar 100 petugas dari unit kontra-teror Polisi Metropolitan, yang terus menyelidiki serangan terhadap Skripal, kini juga menyelidiki kasus Tuan Rowley dan Nyonya Sturgess.

Terkait racun Novichok, Menteri Keamanan Inggris, Ben Wallace meminta Rusia untuk memberikan rincian tentang serangan agen saraf Novichok. Namun, Rusia lewat juru bicara Kremlin Dmitry Peskov tetap membantah terlibat dalam serangan racun Novichok tersebut.

Presiden Putin melalui juru bicaranya Dmitry Peskov mengatakan Moskow sebelumnya mengusulkan agar Rusia dan Inggris melakukan penyelidikan bersama terhadap keracunan Skripal pada bulan Maret. Namun tawaran tersebut ” tidak menemukan timbal balik”.

Tentu saja, kami merasa berduka bagi dua korban yang berada dalam kondisi kritis.Kami berharap mereka sembuh, ”ungkap Peskov.