PT BAU Tekankan Tak Terlibat Politik, Termasuk Money Politic di Pilkada Lahat

Pilkada Lahat: Gerakan Mahasiswa Penumpas Bibit Koruptor (Gempas BK) menggelar aksi mendesak Bawaslu mendiskualifikasi pasangan calon bupati Lahat Nomor urut 3, Cik Ujang-Haryanto karena praktik money politic, di Gedung Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (28/6). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – PT Bara Alam Utama (PT BAU) menyampaikan tanggapan terkait pemberitaan soal money politic di Pilkada Lahat.

Melalui surat yang ditandagangani Meliana Gunawan selaku manager hukum dan diterima redaksi Jumat siang, PT BAU menekankan pihaknya tidak terlibat kegiatan politik dan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang berlokasi di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Berikut adalah poin-poin tanggapan PT BAU sebagai hak jawab atas pemberitaan yang dimuat Sayangi.com tanggal 4 Juli 2018 berjudul “PT BAU dan PT MAS Diduga Penyuplai Money Politic Pilkada Lahat, KPK dan PPATK Diminta Usut Tuntas.”

  1. Perusahaan kami, PT Bara Alam utama (disingkat PT BAU) adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang berlokasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
  2. Dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan nama “PT BAU” tersebut, maka dikuatirkan dapat memberikan persepsi publik bahwa PT. Bara Alam Utama adalah perusahaan yang dimaksud, mengingat adanya kesamaan/kemiripan singkatan nama “PT BAU”
  3. Bahwa guna menghindari terjadinya penafsiran yang keliru, maka PT Bara Alam Utama (PT BAU) perlu memberikan tanggapan dan sekaligus Hak Jawab atas berita berjudul “PT BAU dan PT MAS Diduga Penyuplai Money Politic Pilkada Lahat, KPK dan PPATK Diminta Usut Tuntas.”
  4. Bahwa PT. Bara Alam Utama (PT BAU) tidak terlibat dalam kegiatan perpolitikan termasuk urusan money politic terkait dengan Pilkada Lahat.
  5. Bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT Bara Alam Utama (PT BAU) senantiasa mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah, termasuk melaksanakan program CSR bagi kesejahteraan masyarakat setempat.