Mengintip Bunker Stalin Ditengah Riuhnya Piala Dunia

Bunker Stalin yang kini dibuka untuk umum. Foto The Moscow Times
Bunker Stalin yang kini dibuka untuk umum. Foto The Moscow Times

Samara,Sayangi.com- Tidak sedikit Para penggemar Piala Dunia 2018,ditengah riuhnya kota Moskow mengunjungi sebuah tempat rahasia yang pernah menjadi sisi gelap kota Rusia.

Dilansir dari Reuters Sabtu (7/7) beberapa ribuan pendukung sepak bola yang mengunjungi kota Moskow menyempatkan diri mengunjungi bunker mantan pemimpin era Uni Soviet, Josef Stalin. Ruangan bawah tanah rahasia itu dibangun di kota barat daya Rusia dibuat guna melindungi Stalin dari serangan Nazi Jerman, yang ternyata tidak pernah terjadi.

Memasuki gedung ini pengunjung akan menuruni anak tangga yang sempit  sedalam 37 meter. Saat mencapai bunker Stalin ini para pengunjung akan disuguhi sofa yang dibuat tahun 1942.

Bangunan bunker Stalin ini  terdiri terdiri dari dua ruangan. Ruangan utama dalam bunker ini bisa menampung 115 orang dan dibuat sebagai ruang rapat, dan ruang pribadi Stalin. Kini ruangan utama ini menjadi favorit para wisatawan.

Bunker bawah tanah ini dikelilingi tembok-tembok yang dibangun agar tahan terhadap serangan udara langsung. Di dalamnya ada segala persediaan makanan dan perlengkapan lain yang cukup untuk Stalin dan rombongannya selama lima hari. Di ruangan ini Stalin dan rombongan bisa duduk dan menggunakan telepon dan “menelepon Kremlin.”

Menurut keterangan museum, telepon tersebut pernah berfungsi sampai suatu ketika seorang turis Perancis menggunakannya untuk menelepon ke asalnya dan mengakibatkan tagihan telepon melonjak.

Bunker yang dibangun pada 1942 berdasarkan catatan Selama Perang Dunia II. Kota yang sekarang ini dikenal dengan  Samara  pada saat itu bernama Kuybyshev. Kota dipilih Stalin sebagai ibu kota alternatif, bila Uni Soviet jatuh ke tangan Jerman. Dan ruang perlindungan bawah tanah ini dibuat untuk menjadi markas Tentara Nasional pimpinan Stalin.

Bunker Stalin ini tidak diketahui keberadaannya oleh warga Kota Samara sampai 1990. Warga baru mengetahui saat bunker ini diungkap dan dibuka untuk umum menjadi museum.