Trump Sebut Jerman Jadi ‘Sandera’ Rusia dalam Pertemuan NATO

Sekretaris Jendaral organisasi NATO Jens Scoltenberg (kiri) dan Presiden AS Donald Trump kanan. Foto SCMP
Sekretaris Jendaral organisasi NATO Jens Scoltenberg (kiri) dan Presiden AS Donald Trump kanan. Foto SCMP

Brussel,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Jerman menjadi ‘tawanan’ Rusia pada Rabu (11/7). Ucapan Trump meluncur saat para pemimpin Barat berkumpul di Brussels untuk pertemuan puncak NATO. Trump ingin Eropa membayar lebih untuk pertahanan mereka sendiri.

Dalam pernyataan publik yang mengejutkan, Trump mengatakan kepada Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, bahwa Jerman salah mendukung saluran pipa Laut Baltik baru senilai 11 miliar dolar AS demi mengimpor gas Rusia.

Dilansir dari AFP Kamis (12/7) Trump menyatakan kami seharusnya mengawal Rusia dan Jerman keluar dan membayar miliaran dolar per tahun ke Rusia. Kalimat tersebut diucapkan Trump di hadapan para wartawan pada pertemuan pra-pertemuan puncak di kediaman duta besar AS untuk Belgia.

Setelah pertemuan puncak NATO selama dua hari di Brussels, Trump dijadwalkan akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki pada Senin pekan mendatang.

Dihari yang sama Stoltenberg kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Trump telah menggunakan “bahasa yang sangat lugas,” tetapi semua sekutu NATO setuju bahwa biaya pembelanjaan pertahanan harus disebar. Tahun lalu NATO telah memperlihatkan peningkatan hubungan terbesar dalam satu generasi.

Jerman tak tinggal diam atas ucapan Trump,lewat Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen.  Kepada para awak media dengan berbahasa Inggris Leyen menyebutkan “Kami memiliki banyak masalah dengan Rusia, pasti.”Di sisi lain, Anda harus menjaga jalur komunikasi antara negara atau aliansi dan lawan tanpa keraguan,” tuturnya.

Komentarnya Trump nampaknya secara substansial melebih-lebihkan ketergantungan Jerman pada energi Rusia. Selain itu ucapan tersebut menyiratkan pemerintah Jerman mendanai proyek pipa, yang merupakan usaha komersial antara Rusia dan Jerman.

Tentunya ucapan Trump terbaru tersebut akan memicu kekhawatiran di antara sekutu atas peran AS dalam menjaga perdamaian yang telah dipegangnya sejak Perang Dunia II.

Saat ini ketegangan di aliansi pertahanan Barat sudah meninggi atas tuntutan Trump untuk kontribusi lebih banyak demi meringankan beban pembayar pajak AS. Sikap nasionalistik Trump memperlihatkan sengketa perdagangan yang akan mengancam pertumbuhan ekonomi di Eropa.