Panel Surya Besutan Mahasiswa UI Mampu Hemat Listrik Rp17 Juta per Hari

Rivaldo Gurky dan ‎Clarissa Merry dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia saat menerimah penghargaan di Gedung Schneider Electric, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018. Keduanya berhasil menciptakan panel surya hemat energi.Foto Instagram
Rivaldo Gurky dan ‎Clarissa Merry dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia saat menerimah penghargaan di Gedung Schneider Electric, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018. Keduanya berhasil menciptakan panel surya hemat energi.Foto Instagram

Jakarta,Sayangi.com- Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Clarissa Merry, mahasiswa jurusan Teknik Kimia FTUI, dan Rivaldo Gurky, mahasiswa jurusan Teknik Mesin FTUI, berhasil menciptakan sebuah sistem panel surya yang mampu menghasilkan listrik 31,6 MwH.

Kedua mahasiswa Fakultas Teknik dari UI menjadi juara dalam kompetisi Go Green in The City (GGITC) Schneider Electric 2018).

Melalui konsep Shape Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART), sistem panel surya, energi listrik yang dihasilkan mencapai 31,6 MWh. Ini artinya energi itu setara dengan menghidupkan listrik 2.300 rumah tangga serta menghemat pengeluaran biaya listrik Rp 17 juta per hari..

Menurut Clarissa, proyek itu tercipta karena terinspirasi dari panel tenaga surya bergerak yang sudah ada sebelumnya. Hanya, mereka melihat panel tersebut masih membutuhkan bantuan energi listrik untuk menggerakannya.

“Untuk itu, proyek SMART yang mereka ciptakan untuk meniadakan bantuan energi listrik sehingga akan semakin hemat energi,” ungkapnya.

Sementara itu Rivaldo menjelaskan konsep yang diusung awalnya abertujuan untuk menjawab permasalahan di kota Kupang, propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pasalnya, Kupang merupakan kota dengan pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia namun sayangnya tingkat penyerapan efisiensi panel surya di sana hanya sebesar 30% sampai 40%.

“Kami berharap Dengan menerapkan konsep SMART, dia berharap efisiensi listrik di Kupang mencapai 60% dan mendukung target pemerintah guna pemerataan listrik di dalam negeri sebanyak 99.9 % pada 2019.

Lebih lanjut, inovasi mahasiswa UI diharapkan mampu menjawab permasalahan akan kebutuhan sumber energi di Indonesia. Selain itu, karya mereka bisa mendukung program pemerintah dalam rangka pemerataan akses listrik hingga pelosok pelosok tanah air. Basisnya adalah sumber energi alternatif yang ekonomis.