Bulan Desember Trump Berencana Undang Putin ke Washington

Foto Hindustan Times
Foto Hindustan Times

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah meminta pemerintahannya untuk secara resmi mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke Washington akhir tahun ini. Informasi tersebut disampaikan secara resmi Gedung Putih.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan Trump meminta penasihat keamanan nasionalnya, John Bolton, memperpanjang undangan untuk Putin. Undangan tersebut ditujukan untuk dialog tingkat kerja antara kedua pemimpin tersebut. Undangan itu dibuat di tengah gejolak pasca pertemuan tingkat tinggi kontroversial Trump dengan Putin di Helsinki.

Trump dikritik Partai Demokrat dan Republik karena berpihak pada Kremlin atas penilaian intelijen AS mengenai apakah Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden 2016. Trump butuh beberapa upaya untuk memperbaiki komentarnya. Ia memperkuat kejatuhan dari pernyataannya bersama dengan Putin di Helsinki.

Sepertinya Trump tidak terpengaruh oleh serangan balik tersebut. Dia justru menganggap pertemuan itu “sukses besar”. Trump mengatakan dia menantikan pertemuan kedua dengan Putin.

“KTT dengan Rusia adalah sukses besar, kecuali dengan musuh nyata rakyat, Berita Palsu Media,” tulis Trump di tweeternya.

“Saya menantikan pertemuan kedua kami sehingga kami dapat mulai menerapkan beberapa dari banyak hal yang dibahas. Pembahasan tersebut meliputi menghentikan terorisme, keamanan untuk Israel, proliferasi nuklir, serangan dunia maya, perdagangan, Ukraina, perdamaian Timur Tengah, Korea Utara, dan lainnya,ungkap Trump .

Ada banyak jawaban, beberapa mudah dan sulit, untuk masalah-masalah ini tetapi itu SEMUA dapat dipecahkan!” tulisnya.

Akhir kahir ini Trump mengabaikan peringatan para pemimpin intelijen. Orang no 1 AS periode ini terus memuji-muji Putin dan menekankan perlunya meningkatkan hubungan AS-Rusia. Namun para pengamat menyatakan sikap Trump tetap tidak jelas, apa yang ingin dicapainya dari negosiasi dengan mitranya dari Rusia.

Sebelum konferensi pers bersama mereka di Helsinki, Trump dan Putin telah melakukan pertemuan tertutup selama dua jam dengan hanya ditemani penerjemah mereka. Sedikit yang diketahui tentang apa yang dibicarakan. Pertemuan rahasia sebelum Konpres tersebut mendorong Demokrat di Capitol Hill untuk menuntut tim keamanan nasional Trump bersaksi di depan Kongres.

Kontroversi meningkat pada hari Rabu, ketika Sanders mengatakan kepada wartawan Trump sedang mempelajari proposal dari Putin. Hal ini yang akan memungkinkan tim penasihat khusus Robert Mueller untuk menginterogasi 12 pejabat intelijen militer Rusia yang didakwa minggu lalu.

Sebagai gantinya, AS mengizinkan pemerintah Rusia untuk menginterogasi orang Amerika tertentu, termasuk mantan duta besar AS untuk Rusia, Michael McFaul.

Dihadapkan dengan pernyataan yang berubah ubah, Gedung Putih kemudian dipaksa untuk melakukan koreksi lain dan pada hari Kamis guna menolak usulan itu dalam sebuah pernyataan publik.