KPU Dituding Sengaja Buat Masalah dalam Silon

Pemilu

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga sengaja membuat masalah dalam Sistem informasi pencalonan (Silon). Hal tersebut dilakukan supaya bisa mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah.

Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Forum Konsolidasi Untuk Pemilih Berdaulat mengatakan, jika hal itu terjadi, pemilih menjadi pihak yang dikorbankan.

“Yang menjadi korban pemilih, karena haknya tidak bisa diberikan penuh. Gerakan kedaulatan pemilih didorong terus. Agar KPU bekerja untuk kepentingan pemilih,” ujar Koordinator Tepi, Jerry Sumampow kepada wartawan, Kamis (26/7).

Menurut Jerry, KPU wajib membuka akses publik terkait rekam jejak para bakal calon legislatif (bacaleg) di semua tingkatan. Pasalnya, Silon KPU membuat proses tahapan sulit diakses karena tidak bisa memfasilitasi pemilih.

“(Silon) Hanya bisa diakses bagi yang menggunakan. Tapi kami susah akses daftar caleg,” ungkap Jeirry.

Selain itu, lanjut Jerry, dengan membuka akses publik terhadap rekam jejak para bacaleg, masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai bacaleg.

Jeirry juga mengungkapkan, KPU pernah menyatakan akan membuka akses data. Namun, hingga saat ini belum diketahui kapan akses tersebut akan dibuka.

“Di luar sudah beredar desas-desus mantan narapidana, artis, tentara. Tetapi seberapa valid data tidak bisa dipastikan. Kami minta akses ini bisa diakses publik. Data itu harus disampaikan kepada publik. Tak bisa disimpan sendiri oleh KPU,” tandasnya.