Polri dan TNI Waspadai Kerawanan Kejahatan Terorisme saat Perhelatan Asian Games

Kapolri dan Panglima TNI menggelar rapat koordinasi pengamanan Asian Games di Jakarta, Senin (30/7). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian menilai, terorisme merupakan hal yang paling harus diwaspadai saat perhelatan Asian Games 2018. Selain itu, kejahatan lainnya seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), street crime, serta kemacetan juga jadi perhatian Polri dan TNI.

“Persiapan pengamanan, kita tidak hanya fokus pada 18 Agustus – 2 September, tapi jauh sebelum tanggal 18, karena sudah ada kegiatan pada tanggal 7. Kontingen juga sudah ada yang datang untuk ngecek jauh sebelumnya,” ujar Kapolri usai melaksanakan Rakor Pengamanan Asian Games di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Senin (30/7).

Dalam pengamanan Asian Games, kata Tito, kejahatan terorisme merupakan salah satu hal yang paling diperhatikan. Pasalnya, pasca bom Surabaya hingga saat ini sudah ditangkap 242 orang teroris, dan sebanyak 21 orang diantaranya tewas.

“Meski terorisme diwaspadai, namun kita tidak perlu takut ancaman teroris. Kita juga akan lakukan pengamanan ketat pada upacara pembukaan dan penutupan di venue yang massanya besar, seperti sepakbola, akan digunakan sistem ring,” jelasnya.

Kapolri juga menjelaskan, kejahatan seperti copet, jambret, dan begal juga jadi perhatian saat perlehatan Asian Games. Hingga saat ini, Polri telah menahan 700 pelaku kejahatan jalanan dan menembak mati 15 orang begal.

“Fokus perhatian kita juga kebakaran hutan dan lahan, terutama di Sumsel dan Jambi. Kita bergerak proaktif memantau titik-titik api,” jelasnya.

Mengenai kemacetan jalanan di Ibu Kota, Tito menjelaskan, Polri akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Diantaranya dengan Pemprov DKI dan Inasgoc, selaku penanggungjawab Asian Games.

“Pos pengamanan akan kita perbanyak, seperti di mall, venue dan wisma atlet yang diawaki masyarakat yang bisa berbahasa Inggris. Juga ada pos komando gabungan untuk pusat komando yang diawaki TNI, Polri, dan semua stakeholder, di Palembang telah dipasang 600 CCTV, di Jakarta ada 70 titik di venue dan wisma atlet,” tuturnya.

Selain Kapolri, dalam Rakor pengamanan Asian Games kali ini dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakil Ketua BIN Letjen TNI Teddy Lhaksmana, Wakil Ketua INASGOC Sjafrie Sjamsoeddin, dan Wakil Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari.