Trump Keluarkan Ancaman Bagi Negara-negara Yang Bermitra Dengan Iran

Foto Hamra Kura
Foto Hamra Kura

Washington DC, Syangi.com- Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada siapa pun yang melakukan perdagangan dengan Iran. Hal ini menyusul pemberlakuan kembali sanksi terhadap negara tersebut.

“Siapa pun yang melakukan bisnis dengan Iran TIDAK akan melakukan bisnis dengan Amerika Serikat,”ancam Trump.

Sejumlah sanksi dari AS terhadap Iran kembali berlaku semalam. Namun yang lebih keras berkaitan dengan ekspor minyak akan mulai diberlakukan pada bulan November.

Terkait sanksi tersebut Presiden Iran Hassan Rouhan mengatakan tindakan itu sekadar “perang psikologis”. Bagi Iran,sanksi AS bertujuan untuk “menyemai perpecahan di antara orang Iran”.

Pemberlakuan kembali sanksi itu terjadi menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Gabungan pada Mei lalu. Rencana ini juga dikenal sebagai JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action). JCPOA telah disepakati pada bulan Oktober 2015

Kesepakatan yang telah digodok selama masa kepresidenan Barack Obama, membuat Iran membatasi kegiatan nuklirnya yang kontroversial. Tindakan tersebut sebagai imbalan pelonggaran sanksi AS terhadap Iran.

Namun Trump menyebut kesepakatan itu hanya ‘menguntungkan sepihak’ . Bagi Trump kesepakatan tersebut merupakan ‘bencana’ dan ‘kesepakatan terburuk yang pernah ia lihat.’ Menurutnya, tekanan ekonomi baru akan memaksa Iran untuk menyetujui kesepakatan lebih luas.

Namun ancaman Trump tak mendapat sambutan Uni Eropa. Sebab Uni Eropa tetap berkomitmen pada perjanjian awal. Uni Eropa dengan lantang menentang langkah AS. Uni Eropa  bertekad untuk melindungi perusahaan-perusahaan yang melakukan “bisnis yang sah” dengan Iran.

Pada Senin (6/8) waktu setempat,, Trump mengatakan bahwa Iran menghadapi pilihan untuk “mengubah tabiat mengancam dan mengganggu dan bergabung lagi dengan ekonomi global. Atau Iran memilih untuk terus dikucilkan secara ekonomi”.

“Saya tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif yang membahas berbagai macam kegiatan rezim yang keliru, termasuk program rudal balistik dan dukunganuntuk terorisme,”ungkap Trump.

Tak tinggal diam, Presien Iran Hassan Rouhani menjawab ancaman dengan mengatakan bahwa pemerintah AS telah “berpaling dari jalan diplomasi.”. Trump  ingin melancarkan perang psikologis terhadap bangsa Iran.

Perundingan-perundingan dengan sanksi adalah tidak masuk akal. Kami selalu mendukung diplomasi dan perundingan tapi perundingan membutuhkan kejujuran,ucapnya.

Presien Iran Hassan Rouhani menuduh pemerintahan Trump menggunakan Iran alat untuk mendapat pengaruh politik dalam negeri menjelang pemilihan sela AS. Pemilihan tersebut akan dilakukan  November mendatang.

sumber:Aljazeera news