Lewat Undang Undang Negara Uni Eropa Tolak Sanksi AS Ke Iran

Foto Dhaka Tribun
Foto Dhaka Tribun

Brussel,Sayangi.com- Uni Eropa bertekad melawan dan memblokade sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Tadi malam presiden AS Donald Trump  kembali mengaktifkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Pada hari Senin (6/8/2018)  para menteri luar negeri Jerman, Inggris dan Perancis merilis sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran tetap “penting” bagi keamanan global.

Mereka juga menetapkan suatu perundangan yang dimaksudkan untuk melindungi perusahaan-perusahaan Eropa yang melakukan bisnis dengan Iran meskipun ada sanksi baru dari AS.

Lewat sebuah pernyataan pada Senin (6/8) Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas dijatuhkannya sanksi baru terhadap Iran. “Kami sangat menyesalkan pengenaan sanksi oleh AS,” katanya.

Sanksi ekonomi diberlakukan kepada Iran dengan menyasar sektor perbankan yang meliputi pembelian atau akuisisi uang kertas AS oleh pemerintah Iran. Selain itu, sanksi termasuk perdagangan emas dan logam mulia Iran, grafit, aluminium, baja, batu bara dan perangkat lunak yang digunakan dalam proses industri.

Sanksi juga memberikan dampak terhadap transaksi terkait mata uang Rial Iran, serta kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan utang luar negeri hingga sektor otomotif Teheran.

Tahap kedua dari sanksi itu rencananya diberakukan pada 5 November nanti yang akan membidik sektor energi, perdagangan migas dan transaksi oleh lembaga keuangan asing dengan Bank Sentral Iran.

Kendati demikian, Uni Eropa akan berusaha mengikis dampak yang berpotensi ditimbulkan dari sanksi tersebut, khususnya bagi perusahaan-perusahaan Eropa yang berbisnis dengan Iran. Satu upaya yang ditempuh Uni Eropa adalah memberlakukan undang-undang (UU) pemblokiran sanksi.

Undang-undang itu melarang warga Uni Eropa mematuhi sanksi AS atau putusan pengadilan terkait. Sebab sanksi itu dinilai melanggar karena di luar batas AS. “Jika mereka (sanksi) diterapkan, maka orang itu bisa pergi ke pengadilan untuk memulihkan kerugian tersebut,” ujar pejabat senior Uni Eropa.

Aturan juga mengatur bahwa setiap perusahaan Eropa harus mengajukan permohonan otorisasi Uni Eropa jika ingin menghentikan operasi bisnisnya di Iran dengan maksud mematuhi sanksi AS. Sebab, Uni Eropa telah berjanji akan mempertahankan arus keuangan, termasuk ekspor minyak dan gas Iran.

sumber: AFP