Mantan PM Malaysia Najib Razak Dijerat Pasal Pencucian Uang

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto Express
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Foto Express

Kuala Lumpur Sayangi.com– Mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak bakal didakwa melakukan tindakan pencucian uang. Pasal tersebut akan dibacakan pada sidang hari ini, Rabu (8/8/2018). Pencucian uang yang dilakukan Razak 65 tahun terkait dengan skandal miliaran dolar di 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib Razak dan keluarganya telah menghadapi pemeriksaan ketat sejak bulan Mei. Hal tersebut terjadi setelah hasil pemilihan di Malaysia membawa Mahathir Mohamad (93), mantan mentor yang jadi musuh, kembali naik ke tampuk kekuasaan.

Tak lama setelah terpilih Mahathir dengan cepat membuka kembali penyelidikan atas 1MDB. Mahathirpun melarang Najib Razak beserta istrinya, Rosmah Mansor, meninggalkan negara itu.

Pada bulan lalu  Mantan PM Malaysia Najib Razak ditangkap. Najib didakwa telah menyalahgunakan kekuasaan dan pelanggaran kepercayaan terkait dengan dugaan transfer dana senilai 42 juta ringgit (10,31 juta dolar AS). Dana tersebut ia tranfer dari SRC International, bekas unit dari 1MDB ke rekening bank pribadinya.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, diperkirakan dana senilai 4,5 miliar dolar dari 1MDB telah disalahgunakan oleh para pejabat tinggi dan orang-orang dekatnya. Najib mengaku tak bersalah atas dakwaan-dakwaan tersebut. Iapun dibebaskan dibebaskan setelah memberikan uang jaminan.

Sehari sebelum pemeriksaan menjelang peradilannya di pengadilan Najib kembali dipanggil ke kantor Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Selasa kemarin. Najib Razak telah menjalani pemeriksaan sekitar 45 menit oleh MACC.

Lewat pernyataan resminya MACC mengatakan Mantan PM Malaysia Najib Razak akan didakwa berdasarkan undang-undang anti pencucian uang. Dakwaan-dakwaan tersebut terkait perkara SRC International.

sumber: reuters