Menkeu: Ekpor-Impor Jadi Tantangan Pertumbuhan

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sektor ekspor maupun impor menjadi tantangan pencapaian target pertumbuhan sebesar 5,3 persen yang diasumsikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Tantangannya ekspor yang konservatif dan impor yang cukup kecil, meski dulu trennya `double digit`,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani menjelaskan kinerja ekspor yang diperkirakan tumbuh 6,3 persen dan impor yang tumbuh 7,1 persen pada 2019 dapat terdampak oleh risiko perang dagang yang terjadi diantara negara-negara maju.

Untuk mengatasi dampak perang dagang tersebut, dibutuhkan langkah strategis untuk memperbaiki struktur neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia yang saat ini mengalami defisit.

Berbagai langkah tersebut antara lain pengembangan industri hulu yang akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku.

Selain itu, terdapat upaya perbaikan iklim investasi, khususnya yang berorientasi ekspor dan daya saing untuk perbaikan struktural pada transaksi berjalan.

Sri Mulyani mengharapkan pertumbuhan ekonomi pada 2019 masih didukung oleh kinerja konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,1 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 7,0 persen.

“Kita akan menjaga konsumsi diatas lima persen dan investasi untuk tumbuh tujuh persen,” ujarnya.

Upaya untuk menjaga kinerja konsumsi rumah tangga adalah dengan menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi yang pada 2019 diproyeksikan sebesar 3,5 persen.

Upaya untuk mendorong kinerja investasi adalah dengan mempermudah perizinan berusaha dan memberikan insentif perpajakan.

Selain itu, keterlibatan swasta harus dilakukan melalui penguatan dan pendalaman pasar keuangan seperti adanya pengayaan alternatif sumber dan model pendanaan investasi.

Terakhir, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas dalam mendorong perekonomian dalam jangka pendek maupun panjang.