Datangi Polda Metro, Sam Aliano Pertanyakan Status Tersangkanya ke Penyidik

Sam Aliano. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Pengusaha sensasional Sam Aliano memenuhi panggilan pihak Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (20/8). Ini adalah kali pertama Sam diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik, yang dilaporkan artis Nikita Mirzani.

Menurut Sam, masih ada kejanggalan terkait penetapannya sebagai tersangka. Pasalnya ada perbedaan statemen antara Kombes Pol Adi Deriyan selaku Dirkrimsus Polda Metro dengan Kasubdit Siber Crime Ditreskrimsus AKBP Roberto Pasaribu.

“Pak Adi (Deriyan) dengan tegas membantah bahwa Sam Aliano tersangka. Tapi sebaliknya Pak Roberto menyampaikan bahwa Sam Aliano tersangka,” ujar Sam di Mapolda Metro Jaya.

Sam juga mengaku kecewa dengan kuasa hukum Nikita Mirzani yang telah menyebut dirinya tersangka. Namun pada kenyataannya, saat itu dirinya belum resmi menjadi tersangka.

Kemudian ada satu hal lagi, lanjut Sam, dengan hari yang sama bahwa pengacara Nikita Mirzani menyampaikan dan memberitakan bahwa Sam Aliano tersangka, tapi itu belum resmi.

“Sebagai pengacara tidak boleh viralkan dan mencelakakan orang, karena ini merugikan saya. Apalagi dia bukan mewakili polisi atau dirinya sebagai jubir polisi,” katanya.

Lebih lanjut Sam meminta penyidik memposes kasus dugaan penghinaan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Seperti diketahui, akun twitter yang mengatasnamakan Nikita Mirzani dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan terhadap Gatot.

“Nikita belum tentu tidak bersalah. Diduga juga bersalah karena tidak ada bukti polisi bahwa akun twitter itu bukan milik Nikita. Jadi kami ingin polisi segera proses akun Twitter ini,” jelasnya.

Sam juga meminta masyarakat tidak menghakiminya karena laporannya terhadap cuitan di akun yang mengatasnamakan Nikita Mirzani itu. Pasalnya sebagai anak bangsa, Sam mengaku emosi melihat cuitan yang memojokkan Gatot.

“Dan juga tidak boleh salahkan kami sebagai masyarakat karena kami punya hak mutlak protes dan marah jika ada seorang hina para pahlawan bangsa,” pungkasnya.