Penganiayaan Terhadap Adik Imanuel Wanggai, Polisi Minta Keterangan Pihak Sekolah

ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Peristiwa kekerasan kembali terjadi di dunia pendidikan. Kali seorang siswa SMK PGRI 23 Srengseng, Jakarta Selatan berinisial RW yang menjadi korban.

RW diketahui merupakan adik kandung mantan pemain timnas sepak bola Indonesia, Imanuel Wanggai. Ia diduga telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seniornya.

Dugaan penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Hal tersebut juga dibenarkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stevanus Tamuntuan

“Kita sudah terima laporannya,” ujar Stevanus ketika dikonfirmasi, Selasa (21/8).

Namun Stevanus masih enggan merinci mengenai kronologis penganiayaan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih mencari informasi dengan memeriksa saksi.

“Penyidik akan ke sekolah untuk meminta keterangan atau info dari pihak sekolah. Nanti para saksi juga akan kita panggil,” jelasnya.

Sementara, seorang kerabat korban bernama Bobby menjelaskan bahwa RW dianiaya dengan cara ditendang dan diinjak-injak. Akibat penganiayaan tersebut, RW mengalami luka dalam yang cukup parah.

“Karena penganiayaan itu, adik sepupu saya ini sampai limpanya pecah. Saat ini dia masih dirawat di Rumah Sakit Permata Ibu, Beji, Depok,” terangnya.

Sebelumnya, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menjelaskan, penganiayaan terhadap RW terjadi pada Selasa (14/8) lalu. Awalnya korban dipanggil kakak kelasnya yang berinisial K, A dan TA untuk masuk ke dalam sebuah kelas.

Menurut Indra, penganiayaan terjadi pada Selasa (14/8/2018). Penganiayaan bermula saat Robert dipanggil tiga kakak kelasnya yang berinisial TA, K dan A ke dalam sebuah kelas.

Sesampainya di kelas tersebut, lanjut Indra, RW diminta push up oleh seniornya. Ketika ia melakukan push up, tiba-tiba seniornya melayangkan tendangan ke tubuh korban, selain itu kepala korban juga diinjak.

“Kakak kelas tersebut sempat mengatakan, bahwa sebelumnya saat dirinya masih kelas I, ia juga merasakan seperti itu ada hukuman,” kata Indra, Senin (20/8).