Dituduh Copet, Pemuda Penderita Epilepsi Dianiaya di Lapangan Banteng

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Malang benar nasib yang dialami pemuda bernama Ali Acmat Firmansyah (20). Warga Cempaka Putih ini dikeroyok lantaran dituduh sebagai copet saat menyaksikan acara flora dan fauna.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, awalnya korban yang memiliki riwayat sakit epilepsi ini meninggalkan rumah pada Jumat (17/8) sekira pukul 10.30 WIB. Ternyata ia pergi ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat untuk menyaksikan pameran flora dan fauna.

Nahas baginya, saat menyaksikan pameran ia dituduh sebagai pencopet. Bukannya dibawa ke pihak kepolisian, security dan panitia justru menganiaya Ali di pos keamanan.

“Korban diduga pelaku copet oleh para pelaku, lalu oleh para pelaku korban dibawa dan diamankan di pos. Saat di pos korban dipukuli, ditendang, disundut rokok serta diikat dan diborgol,” ujar Argo di Jakarta, Selasa (21/8).

Sementara keluarga korban yang mencarinya mendapat informasi bahwa korban berada di Panti Sosial Bina Insan. Setelah menemui Ali, keluarga kaget karena seluruh tubuh korban lebam bekas penganiayaan

“Korban ditemukan mengalami luka lebam di wajah, sakit di bagian tangan, telinga, punggung, perut, kaki, kuping, kening dan mata. Selanjutnya atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian yang dialami oleh korban,” katanya.

Mendapat laporan, kata Argo, polisi langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Disana polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang terkait dengan tindak pidana penganiayaan.

“Sat Reskrim Polres Jakpus mengecek ke TKP dan mendapati beberapa barang bukti. Pelaku yang terlibat melakukan kekerasan terhadap korban dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Polisi akhirnya berhasil mengamankan enam pelaku penganiayaan terhadap Ali, yang berinisial AS alias Putra, HS, RFS, SN, SU alias Yusup dan MR alias Rose. Sementara dua tersangka lainnya yang berinisial ANA dan D masih dalam pengejaran.

“Dari kasus ini kita juga sejumlah barang bukti seperti satu buah bangku, satu asbak rokok, satu tempat sampah yang digunakan menganiaya korban. Selain itu, polisi juga menyita uang Rp3 juta dan hasil visum korban,” kata Argo.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.