Videonya Viral, Polisi Amankan Delapan Tersangka Pemerasan di Cengkareng

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi

Jakarta, Sayangi.com – Dunia maya kembali dihebohkan dengan video penangkapan delapan tersangka kasus pemerasan berkedok uang jasa keamanan. Dalam video tersebut, para tersangka yang sebagian mengenakan seragam security meminta uang keamanan, kepada salah satu pemilik ruko.

Lantaran pemilik ruko tidak memenuhi permintaan mereka, pelaku merusak penghubung jalan di depan ruko tersebut. Polisi yang sudah mendapat laporan akhirnya datang dan menyamar ke lokasi kejadian, yang berada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Polisi yang sedang menyamar juga tak luput dari tindakan “sok jagoan” kelompok ini, bahkan sampai diancam. Melihat rekannya diancam, petugas yang turun dari dalam mobil langsung mengeluarkan tembakan peringatan.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya mendapat informasi terkait aksi premanisme di kawasan komplek ruko seribu, Cengkareng. Mereka meminta uang dengan berkedok sebagai uang jasa keamanan dan kebersihan.

“Modusnya, berkedok jasa keamanan dan kebersihan. Namun pada faktanya, ada pemaksaan karena tarif ditetapkan sepihak,” ujar Hengki di Mapolres Jakarta Barat, Senin (27/8).

Pemilik ruko yang melapor ke Polres Jakarta Barat mengaku, ia dimintai uang sebesar Rp42 juta oleh para pelaku. Pelaku berdalih ada tunggakan uang keamanan sebelum korban membeli ruko tersebut.

“Ya kalau korban tidak membayar tokonya akan dirusak, seperti yang kita lihat di video itu. Mereka mematok Rp350 ribu perbulan untuk jasa keamanan,” terangnya.

Lebih jauh Hengki mengaku, banyak tindak premanisme yang tumbuh lantaran korban tidak melaporkannya ke polisi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berani melapor bila menjadi korban premanisme.

“Kami tidak akan mundur dan terus akan memberantas aksi premanisme di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat. Jika mereka mengancam kita ancam balik, jika mereka melawan kita tembak,” tegasnya.

Dalam kasus ini, polisi menahan sebanyak delapan tersangka berinisial VY, MG, FY, SI, MN, MA, HMN dan AA.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan Terhadap Orang atau Barang dan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.