Korea Utara Ancam Presiden AS Donald Trump

Donald Trump dan Kim Jong-un dalam kartun.Foto-Vexel.
Donald Trump dan Kim Jong-un dalam kartun.Foto-Vexel.

Pyongyang,Sayangi.com- Presiden Korea Utara Kim Jong-un mengancam untuk mengabaikan kesepakatan denuklirisasi dengan Amerika Serikat. Bahkan Kim mengancam akan meggencarkan program nuklirnya, lantaran Presiden AS Donald Tump dinilai enggan mencabut status Perang Korea.

Selain Kim, para pejabat Korea Utara telah memperingatkan AS (melalui surat bahwa pembicaraan soal penghapusan senjata nuklir (denuklirisasi) “kembali dipertaruhkan dan mungkin berantakan”.

Dikutip dari Reuters Rabu (29/8) surat tersebut disampaikan secara langsung kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Isi surat tersebut menyatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merasa proses itu tidak bisa maju.

Dilaporkan oleh CNN  bahwa surat itu dikirim oleh mantan kepala badan intelijen Korea Utara, Kim Yong Chol. Namun hingga berita ini diturunkan tidak diketahui dengan cara apa surat itu dikirimkan.

CNN melaporkan menurut pejabat Korut AS masih belum siap memenuhi harapan-harapan (Korea Utara) dalam hal mengambil langkah maju untuk menandatangani suatu perjanjian perdamaian.

Seperti yang tercatat dalam sejarah Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Dengan demikian, pasukan Perserikatan Bangsa-bangsa pimpinan AS secara teknis masih berperang dengan Korea Utara.

Korea Utara, merasa negara ini telah sekian lama menjelaskan bahwa pihaknya menganggap mengakhiri secara resmi status perang. Hal tersebut sama pentingnya dengan menurunkan ketegangan di semenanjung Korea. Namun Amerika Serikat selama ini enggan menyatakan bahwa Perang Korea berakhir sampai Korea Utara menghentikan program senjata nuklirnya.

Surat kabar Washington Post melaporkan pada Senin bahwa Presiden AS Donald Trump telah membatalkan rencana kunjungan Menlu Pompeo ke Korea Utara. Kebijakan tersebut diambil Trump setelah Pompeo menerima surat bernada perang dari seorang pejabat tinggi Korea Utara. Surat tersebut diterima Pompoe beberapa jam setelah pengumuman rencana kunjungannya yang telah diumumkan pekan lalu.

Laporan CNN menyebutkan surat dari Korut juga berbunyi bahwa, jika kompromi tidak bisa dicapai dan pembicaraan buya. Oleh karena itulah ,maka Korea Utara akan melanjutkan “kegiatan-kegiatan nuklir dan peluru kendali”.

Pada Minggu pekan lalu, media corong  pemerintah Korut  menuduh Amerika Serikat “berkhianat” dan “menelurkan rencana jahat”. Namun Korea Utara tidak menyebut-nyebut soal kunjungan Pompeo yang dibatalkan.

Saat mengumumkan pembatalan kunjungan Pompeo, Trump secara terbuka untuk pertama kalinya mengakui bahwa upayanya untuk membuat Korea Utara menghapuskan senjata nuklir macet. Trump mengumumkan kemacetan tersebut berlangsung sejak ia melakukan pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Jong Un pada 12 Juni lalu di Singapura.