Sekolah Anak Pengungsi Palestina Kembali Beraktifitas

Anak anak Palestina. Foto Kasih Palestina
Anak anak Palestina. Foto Kasih Palestina

Tepi Barat,Sayangi.com- Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (29/8) mulai mengoperasikan kembali sekolah di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

UNRWA didirikan pada 1949 setelah perang Arab-Israel pertama, yang menyebabkan 700 ribu orang Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka. Badan tersebut telah membantu sekitar lima juta pengungsi Palestina, yang melarikan diri akibat konflik.

Awalnya UNRWA sempat gamang apakah sekolah dapat beroperasi kembali. Hal tersebut lantaran pemerintah Trump memotong bantuannya pada tahun ini. UNRWA membeberkan saat ini mereka kekurangan dana untuk membayar 22 ribu guru di sekolah. Sekolah yang dikelola UNRWA tersebar di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Yordania, Suriah, dan Lebanon.

Diwartakan sebelumnya bahwa pemerintahan Donald Trump awal tahun ini memangkas bantuannya ke UNRWA,. Dana yang dijanjikan semula 350 juta dolar AS turun menjadi 60 juta dolar AS. Menurut AS, UNRWA perlu melakukan reformasi dan menyerukan kepada Palestina untuk memperbarui perundingan perdamaian dengan Israel.

Dikutip dari Reuter Kamis (30/8),dua pekan lalu Krahenbuhl mengatakan sekolah akan dibuka sesuai jadwal. Krahenbuhl melaporkan agensi tersebut telah menerima 238 juta dolar AS dalam kontribusi tambahan sejak awal tahun.

Saat mengunjungi sekolah Jalazone ia mengatakan Qatar dan Uni Emirat Arab menyediakan masing-masing 50 juta dolar AS. UNRWA berharap menerima 50 juta dolar AS lainnya yang telah diumumkan oleh Arab Saudi.

Krahenbuhl mengatakan sekolah-sekolah UNRWA di Yordania, Suriah dan Lebanon, akan dibuka awal pekan depan sesuai rencana.