Bantah PBB Dukung Prabowo-Sandi, Yusril: Kita Fokus ke Pileg

Yusril Ihza Mahendra

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membantah adanya kabar dukungan dari Eksponen DPP PBB yang menyetujui hasil Musyawarah Majelis Syuro PBB yang mendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

“Dari awal seruan saya kepada warga PBB agar kita fokus ke Pileg. Namun ada tekanan luar biasa melalui medsos agar PBB segera umumkan dukung Prabowo dan Sandi. Kalau tidak segera dukung, PBB akan kiamat. Tekanan seperti itu terlihat juga di WAG ini, sehingga saya turun langsung untuk menjawab,” kata Yusril dalam keterangn tertulis yang diterima redaaksi, Kamis (30/8).

Yusril menilai, ada penggalangan opini yang luar biasa besar, sehingga PBB disuruh beli kucing dalam karung.

“Itu yang saya tidak inginkan. Euphoria Ganti Presiden 2019, bikin banyak orang kehilangan rasionalitas,” tukasnya.

Padahal kata Yusril, Pilpres masih 8 bulan lagi. Bukan mustahil, pasangan calon itu mengalami musibah di tengah jalan. “Kami tidak ingin terjebak dengan hal itu,” ungkapnya.

Pakar Hukum Tata Negara tersebut menjelaskan, sebagai ketua umum partai, dirinya harus mendidik warga partai agar tidak mudah terjebak euphoria melalui opini yang digalang secara sistematik melalui medsos.

“Ingat Pilpres 2014, Jendral SBY yang parlente, elitis, intelek dan tegas, dianggap tidak layak diganti Letjen Prabowo yang lebih kurang satu tipe dengan SBY,” tegasnya.

“Yang dielu-elukan adalah Capres wong ndeso, kurus, tampang tak meyakinkan, bahasa tak runut dan sebagainya. Dan dia menang, lalu kemudian kecewa. Sekarang digiring-giring opini dengan euphoria baru agar dukung Prabowo tanpa reserve. Apakah nanti tidak akan kecewa lagi? Saya ingin tetap rasional. Tidak ingin buru-buru dan terjebak dalam euphoria yang bisa saja menyesatkan,” tambahnya.

Sementara itu, kader PBB lainnya yakni La Nyalla Matalliti mengatakan sejak awal memang Eksponen PBB ingin selalu mendukung Prabowo.

“Mereka (para eksponen) selalu mengadakan rapat sendiri. Padahal sudah jelas, pak Yusril tidak mau terburu-buru dan masih menunggu Ijtima’ ulama ke dua,” kata La Nyalla.