Kapolri: Kebebasan Menyampaikan Pendapat Tidak Bersifat Absolut

Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Syangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian berharap masyarakat tidak melakukan aksi unjuk rasa, saat gelaran Asian Games 2018. Mengingat Asian Games merupakan even internasional, yang akan membawa nama Indonesia di mata dunia.

“Kita mengimbau pada masyarakat khususnya di Jakarta dan Palembang, tolong tahan diri untuk tidak melaksanakan aksi unjuk rasa. Ini demi kepentingan publik persatuan dan kesatuan bangsa, ini harapan kita,” ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/8).

Tito mengakui, ada aturan yang membolehkan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya, melalui aksi unjuk rasa. Namun di Undang-undang juga dijelaskan mengenai kewenangan petugas membatasi aksi unjuk rasa.

“Kita tahu bahwa kebebasan berekspresi dilindungi oleh UU nomor 9 tahun 1998, tapi disitu ada pembatasan di Pasal 6, diantaranya tidak menggangu ketertiban publik, kemudian mengindahkan etika dan moral. Artinya nggak boleh menghujat, kemudian ketiga harus menghargai hak asasi dan kebebasan orang lain,” paparnya.

Bila melanggar, lanjut Tito, petugas keamanan dapat membubarkan aksi tersebut. Apalagi salah satu poin dalam aturan unjuk rasa ialah harus menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jadi kemerdekaan menyampaikan pendapat atau unjuk rasa demo tidak bersifat absolute, semau-maunya,” katanya.

Di masa Asian Games, sambung Tito, semua pihak diharapkan menjaga nama bangsa demi kepentingan publik, bangsa dan negara. Serta ada aturan hukum, dimana Kapolda dapat mengeluarkan maklumat.

“Maklumat ini sudah dikeluarkan Kapolda Metro Jaya untuk tidak melaksanakan aksi dan demo selama Asian Games,” tukasnya.