Terlibat Penyelundupan Sabu dan Ekstasi, Anggota DPRD Langkat Mengaku Menyesal

Jakarta, Sayangi.com – Badan Narkotika Nasional mengamankan seorang anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara berinisial IH alias Hongkong. Ia diamankan karena diduga terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Kabag Humas BNN Kombes Pol Sulistyandriatmoko mengatakan, IH sudah lama terlibat dalam jaringan ini. Menurutnya, IH memberi upah Rp20 juta tiap Kg narkoba yang berhasil diselundupkan.

“Normalnya itu, satu kali pengantaran Rp20 juta untuk masuk dari Malaysia. Itu upah untuk per kilogram ya, bukan satu kali pengantaran, tapi per kilogramnya,” ujar Sulis di kantor BNN, Cawang, Jumat (31/8).

Menurut pengakuan IH, ia baru sebulan menjalani bisnis haramnya tersebut. Namun pernyataan ini tidak langsung dipercaya, lantaran barang bukti yang ditemukan tergolong besar.

“Kalau keuntungan tergantung besar kecilnya barang yang masuk. Karena tidak semua yang masuk dengan jumlah yang sama kan, bisa lebih banyak atau sedikit,” jelasnya.

Ditempat yang sama, IH mengaku menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Ia berharap perilakunya tidak ditiru oleh masyarakat Indonesia.

“Saya menyesal dan saya harap seluruh bangsa jangan terlibat kasus narkoba lagi,” katanya.

IH juga meminta maaf kepada partai yang telah membesarkannya, yakni NasDem. Ia juga mengaku, partainya tidak tahu apa yang dilakukannya.

“Partai kami menegaskan jangan ada yang terlibat narkoba. Jangan coba-coba gunakan narkoba,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan seorang anggota DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara bernama Ibrahim alias Hongkong. Ia diamankan karena diduga terlibat dalam sindikat pengedar narkotik jenis sabu.

Ia diamankan di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat pada hari Minggu (19/8) lalu. Selain Ibrahim, pihak BNN juga menangkap enam rekannya yakni Rinaldi, Ibrahim, Jompak, A. Rahman, Joko, dan Amat.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, awalnya tim gabungan BNN dan TNI AL mengamankan sebuah kapal kayu di perairan Selat Malaka dan menyita tiga karung sabu. Kemudian, tim melakukan pengembangan atas kepemilikan sabu hingga akhirnya menangkap Ibrahim di Pelabuhan Pangkalan Susu.

Selain sabu, kata Arman, pihaknya juga menemukan enam bungkus besar ekstasi. Ekstasi tersebut merupakan ekstasi dengan kualitas terbaik, dengan jumlah total 30 ribu butir.