Komisi PBB Khawatirkan Penduduk Muslim Uighur China

Warga Muslim Uighur China. Foto Alsat-m.tv
Warga Muslim Uighur China. Foto Alsat-m.tv

Beijing,Sayangi.com- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan khawatir atas penahanan massal (sekitar 1 juta) kelompok Muslim Uighur di China. Uighur merupakan minoritas Muslim yang sebagian besar berada di daerah Xinjiang, China Barat. Sekitar 45% penduduk di tempat itu adalah Uighur.

Sejumlah laporan yang menyebutkan semakin banyak orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya yang ditahan di Xinjiang dalam beberapa bulan terakhir tanpa kesalahan yang jelas. Oleh karenanya  komisi PBB menuntut pemerintah China agar membebaskan tahanan muslim Uighur.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah sebuah komisi PBB mendengar beberapa laporan bahwa hampir  satu juta Muslim Uighur di daerah Xinjiang barat telah ditahan di kamp pendidikan kembali. Selama bertahun tahun Wilayah Xinjiang mengalami berbagai peristiwa kekerasan diikuti dengan penggerebekan.

Dilansir dari BBC news (3/9) Beijing keukeh dengan klaimya yang menyatakan muslim Uighur ditahan dengan “alasan” untuk mengatasi terorisme. Beijing menyangkal sejumlah tuduhan tersebut , namun mengakui dan mengklaim muslim Uighur ditahan untuk dididik kembali. Beijing  mengklaim dan menuduh milisi dan separatis Islamis bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan di daerah tersebut.

Saat dilakukan pengkajian pada permulaan bulan ini, anggota Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Ras menyatakan sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Beijing telah “menjadikan daerah otonomi Uighur menjadi sesuatu yang mirip dengan kamp pengasingan besar-besaran”.

Pada hari Kamis (30/08) badan PBB mengeluarkan kesimpulan pengamatannya yang mengkritik “definisi luas tentang terorisme dan acuan kabur terkait ekstremisme. PBB juga mengkritik pemerintah China atas definisi tidak jelas terkait separatisme dalam undang-undang China”.

Kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch memberikan laporan kepada komite PBB yang mencatat tuduhan penahanan massal pada kamp di mana para tahanan dipaksa melakukan sumpah setia kepada Presiden China, Xi Jinping.

World Uyghur Congress menyatakan dalam laporannya bahwa para tahanan dibui tanpa dakwaan dan dipaksa meneriakkan slogan Partai Komunis.

Mereka juga dilaporkan tidak diberikan makanan yang cukup dan muncul laporan penyiksaan yang meluas. Kebanyakan tahanan tidak pernah didakwa melakukan kejahatan dan tidak pernah menerima bantuan hukum.

Pernyataan terbaru PBB dikeluarkan di tengah terjadinya peningkatan ketegangan menyangkut agama di kawasan lain di Tiongkok. Di wilayah Ningxia barat laut, ratusan Muslim yang berusaha mencegah pengrusakan masjid bentrok dengan tentara China.