Nur Mahmudi Ismail Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi Pelebaran Jalan Minggu Ini

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail. (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Polisi telah menetapkan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pelebaran jalan Nangka, Tapos. Selain Nur Mahmudi, polisi juga mantan Sekda Kota Depok Harry Prihanto.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasar hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat. Dalam hasil audit ditemukan penyimpangan hingga Rp10 miliar lebih.

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengungkapkan, pihaknya telah memanggil 87 saksi terkait dugaan korupsi tersebut. Selain itu, polisi juga telah melayangkan surat panggilan sebagai tersangka terhadap keduanya

“Dari penyidik sudah mengirimkan surat pemanggilan tersangka terhadap NMI dan HP,” ujar Didik saat dikonfirmasi, Senin (3/9).

Menurut Didik, keduanya akan diperiksa dalam waktu dekat ini. Rencananya, pemeriksaan terhadap keduanya akan dilakukan pada minggu ini.

“Kita telah jadwalkan pemeriksaan lanjutan kepada yang bersangkutan pada minggu ini. Berkas sudah kita siapkan, sekarang kita lagi koordinasi untuk pencekalan,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono juga mengungkapkan hal yang sama. Hingga saat ini, Polda Metro hanya mem-backup, sementara kasus ditangani oleh Polresta Depok.

“Benar, sudah ada surat panggilan terhadap kedua tersangka, sudah dilayangkan suratnya,” kata Argo.