Lantaran Islam Sering Dihina Warga Afganistan Tusuk 2 Warga AS di Belanda

Polisi Belanda lumpuhkan penyerang dua turis Amerika di Stasiun Kereta Api Amsterdam. Foto CBN
Polisi Belanda lumpuhkan penyerang dua turis Amerika di Stasiun Kereta Api Amsterdam. Foto CBN

Amsterdam,Sayangi.com- Aksi penikaman Jawed S., 19 tahun terhadap dua turis Amerika Serikat (AS) di Amsterdam dinyatakan polisi sebagai serangan “teroris”. Pelaku diciduk polisi setelah menikam dua turis AS di Amsterdam Central Station pada hari Jumat pekan lalu.

Menurut pemaparan Jaksa,dalam sidang pengadilan pelaku mengaku serangannya dipicu tindakan orang-orang di Belanda yang menghina Islam. Belanda sering menghina Nabi Muhammad, Alquran, Islam dan Allah,” ungkap pihak jaksa di pengadilan, Pelaku telah disidangkan hari Senen sore (3/9) waktu setempat.

Dikutip dari NL Time Rabu (5/9) pelaku merupakan pria Afghanistan yang memiliki izin tinggal di Jerman. Saat diinterogasi,polisi dia menyebut nama pemimpin PVV (Partai Kebebasan) Geert Wilders sebagai salah satu tokoh yang dia sebut kerap menghina Islam.

Diwartakan sebelumnya Wilders baru-baru ini telah membatalkan lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad. Lomba tersebut telah memicu ancaman pembunuhan dan kekerasan lain di Belanda. Lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad yang akan digelar 10 November 2018 itu juga telah memicu demo besar besaran di Pakistan.

Menyinggung serangan yang dilakukan Jawed S, lewat Twitter Wilders menuliskan  “Teroris Muslim membenci cara hidup kita dan kebebasan kita. Mereka menjawab kritik Islam dengan kekerasan, seperti Jawed S., ini,” tulis pemimpin oposisi Belanda tersebut.

Terkait penusukan warga AS,di Belanda  Jaksa menyatakan, tidak ada indikasi bahwa Jawed bekerja dengan orang lain. Jawed telah diperiksa secara psikologis. Pada hari Senin sore dia ditahan selama dua minggu ke depan.

Akibat serangan penikaman Jawed dua turis Amerika masing masing berusia 38 tahun mengalami luka serius. Polisi yakin Jawed memilih korban secara acak. Petugas kepolisian Amsterdam berhasil  menghentikan serangan Jawed dengan menembaknya. Akibat penembakan polisi Jawed sempat terluka dan dirawat.

Saat ini kedua korban penikaman oleh Jawed masih dirawat di rumah sakit. Kedutaan Amerika Serikat di Belanda meminta agar privasi kedua warganya dihormati.