AS dan Rusia Terlibat Perang Informasi Di Suriah

Putin (gambar kiri) dan Trump gambar kanan. Foto Daily Express
Putin (gambar kiri) dan Trump gambar kanan. Foto Daily Express

Damaskus,Sayangi.com- Pasukan pemerintahan Suriah yang didukung Rusia kini tengah melancarkan serangan besar-besaran ke Provinsi Idlib, Suriah. Wilayah ini merupakan kantong terakhir yang masih dikuasai pemberontak.

Sedangkan Amerika Serikat yang mendukung pemberontak Suriah memperingatkan akan adanya serangan gas kimia seperti yang pernah terjadi sebelumnya dan menjadi sorotan dunia internasional.

Dilansir dari laman Albawaba Rabu (5/9) pekan lalu, baik Rusia dan AS kini saling menuduh pihak masing-masing sedang menyiapkan serangan gas kimia kepada warga sipil di Idlib dalam beberapa hari ke depan. Modus saling menyalahkan pihak lawan seolah sudah menjadi standar operasi perang Suriah.

Terkait kawasan Idlib, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov Senin pekan lalu menyatakan provokasi besar akan dilakukan pihak asing di Suriah. Diduga, provokasi tersebut akan melibatkan senjata kimia.

Diwartakan TASS, Senin (27/8) Konashenkow mengatakan menurut informasi yang ia terima dari Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah hari Senin tersebut dari penduduk Idlib, para ahli asing yang berbahasa Inggris tiba di pemukiman Hbit,” kata Konashenkow.

Lokasi tersebut terletak di sebelah selatan zona Idlib, sebuah zona yang digunakan untuk ‘merancang’ serangan senjata kimia menggunakan rudal-rudal bermuatan klorin,” imbuhnya.

“Serangan ke pemukiman Kafr Zayta dengan roket bermuatan zat beracun telah direncanakan dalam dua hari ke depan. Provokasi ini dilakukan untuk mengguncang situasi dan mengganggu proses perdamaian yang tengah diupayakan Suriah,” tutur Konashenkow.

Bukti-bukti dari klaim ini sejauh ini belum dirilis dan sepertinya tidak akan, meski pesannya jelas: serangan kimia berikutnya adalah perbuatan AS, Inggris, kelompok White Helmets, bukan Rusia atau rezim Basyar al-Assad.

Lainnya halnya pendapat AS John Bolton, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih AS, kepada  Bloomberg, Bolton mengaku punya informasi. Bolton menyebutkan  Presiden Suriah Basyar al-Assad sedang menyiapkan serangan kimia untuk menguasai Idlib.

“Jika rezim Suriah menggunakan senjata kimia maka kami akan merespons dengan keras,” kata Bolton. Rusia dan AS saling tuding dalam perang informasi di Idlib, Suriah. Kremlin selama ini mengklaim mereka melindungi rezim dan kedaulatan Suriah di dunia internasional.

Sedangkan  Washington memposisikan diri sebagai pihak yang siap menggempur Suriah jika serangan gas kimia terjadi. Amerika Serikat ingin dianggap sebagai pelindung hak asasi dan hukum internasional yang melarang penggunaan senjata kimia.

Direktur Operasi Kemanusiaan PBB John Ging mengatakan pertempuran di Idlib berpotensi menciptakan krisis kemanusiaan. Ging menyatakan apabila perang Idlib meletus kondisi bencana bakal dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.