Hasil Pengembalian Kerugian Negara, KPK Terima Uang Hampir Rp 20 Miliar

Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima uang pengembalian kerugian negara atau Asset Recovery dari sejumlah terpidana kasus korupsi yang status hukumnya telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Berdasarkan data yang diberikan oleh Jubir KPK, Febri Diansyah, pada bulan Agustus 2018, Unit Labuksi (Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi) KPK telah melakukan eksekusi dan menyetorkan ke kas negara terhadap sejumlah hukuman uang pengganti, rampasan dan denda berdasarkan putusan pengadilan dari sejumlah kasus dengan jumlah total sekitar Rp 11,5M dan USD 450.000 dan SGD 63.000.

“Hal ini merupakan bagian dari upaya memaksimalkan asset recovery dalam penanganan kasus korupsi,”ujar Febri, Rabu(5/9).

Adapun rincian pengembalian uang yang diterima KPK dari hasil proses hukum atas sejumlah terpidana dilampirkan sebagai berikut:

1. Hasil penyetoran uang rampasan negara dari perkara terpidana kasus penerimaan suap dan gratifikasi di Dirjen Hubungan Laut Kemenhub, Antonius Tonny Budiono yang berada di dua bank yakni, Bank Bukopin dan Bank Mandiri dengan total Rp 9,9 miliar.

2. Hasil penyetoran uang rampasan negara terpidana suap penanganan perkara di Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono Rp 556 juta ditambah SGD 63.000 atau setara dengan Rp 684 juta.

3. Hasil penyetoran uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek e-KTP Anang Sugiana Sudihardjo sebagai pembayaran bertahap sebesar Rp 500.000.000.

4. Penyelesaian kewajiban pembayaran uang pengganti Terpidana kasus korupsi proyek e-KTP Sugiarto senilai Rp 460 juta dan USD 450 ribu.

5. Pembayaran uang denda Terpidana suap Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Donny Witono senilai Rp 50.000.000.

“Disetorkannya uang pengganti dan rampasan tersebut ke kas negara diharapkan menjadi pesan bahwa uang yang pernah dicuri oleh para pelaku korupsi harus kembali pada negara dan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Febri