Polisi Tangkap Mantan Camat Hingga Kades Karena Kasus Pemalsuan Surat Tanah

Polisi menangkap camat dan kepala desa dalam kasus pemalsuan surat tanah. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dokumen kelengkapan tanah. Dalam kasus ini, polisi mengamankan mantan Camat, kepala dusun dan kepala desa Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi.

“Dalam kasus ini kita tetapkan 11 orang tersangka oknum Kepala Dusun Segara Makmur Tarumajaya, Bekasi, staf desa dan kepala desa, camat dan juga orang yang aktif menjadi figur seolah penjual dan pemilik,” ujar Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, Rabu (5/9).

Modus yang dilakukan tersangka, kata Ade Ary, mereka mengajak pemilik tanah yang sah untuk bersengketa. Caranya, tersangka mengaku sebagai pemilik tanah yang sah.

“Korban punya tanah sejak tahun 1973 kemudian di tahun 2014 dia dapat informasi yang mengaku memiliki tanah dengan warkah yang lengkap. Dimana tersangka memastikan dengan girik palsu dan keterangan ahli waris palsu,” jelasnya.

Pemilik tanah yang asli, sambung Ade Ary, punya sertifikat tanah 7700 meter. Saat ini nilai jual tanah tersebut ditaksir sebesar Rp23 miliar.

“Mereka membuat dokumen palsu secara lengkap, mendatangi korban dan mengaku tanah tersebut adalah tanah mereka. Tidak terima, akhirnya korban buat laporan ke polisi,” terangnya.

Hingga saat ini, polisi masih mengembangkan kasus yang diduga telah terjadi sejak lama. Apalagi oknum perangkat dan pejabat desa ini sampai berani mempertaruhkan jabatannya, untuk melakukan tindak pemalsuan ini.

“Kita jerat tersangka dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dan Pasal 264 tentang pemalsusan data otentik dengan ancaman pidana maksimal 6 tajun penjara. Lima tersangka sudah P21, kami akan limpahkan ke kejaksaan,” tandasnya.